Tampilkan postingan dengan label STOP PRESS. Tampilkan semua postingan

gravatar

Polisi Seperti Mau Perang…?

JAKARTA - Ribuan personel polisi termasuk yang bersenjata lengkap, penembak jitu dan pasukan pengendali massa yang menjaga sidang pembacaan vonis Amir Jamaah Ansharut Tauhid Abu Bakar Baasyir di Pengadilan Negeri Selatan cukup meresahkan warga sekitar.

Beberapa toko di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, yang biasa beroperasi juga nampak tutup.

“Dengan kayak begini tentu kami was-was karena pengamanan tidak seperti biasa. Begitu banyak polisi kayak mau perang,” ujar sekuriti PT Bahana, Wahyu, Kamis (16/6/2011).

Lokasi tempat Wahyu bekerja berada persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Selain itu, Wahyu juga mengkhawatirkan kerusuhan kembali pecah di Jalan Ampera seperti pernah terjadi saat sidang anggota kelompok organisasi massa beberapa waktu lalu.

“Saya ingat dulu Ampera itu kan parah sekali rusuhnya sampai ke (kantor) sini. Tapi kami sudah diberitahu polisi untuk hati-hati," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Budi, sekuriti Bondies yang terletak persis di samping kantor Bahana. “Kami sengaja pagar itu ditutup karena hari ini sidang Baasyir. Tapi nanti operasional seperti biasa jam 11," ujarnya.

Selain itu, Yono, seorang warga sekitar yang ditemui di depan Halte Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengatakan, dirinya sedikit sempat kebingungan melihat banyaknya polisi yang berjaga saat keluar rumah dan akan melakukan aktivitas. Yono yang biasa berjualan pulsa elektrik dan voucher ini juga memutuskan libur hari ini.(okezone.com)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Pembayaran Gaji Ke-13 PNS Molor Jadi Juli

JAKARTA - Gaji ke-13 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dijanjikan pemerintah akan keluar Juni ini tampaknya bakal molor. Kemungkinan besar, awal Juli mendatang PNS baru bisa menerima gaji tersebut.

"Gaji ke-13 baru bisa keluar Juli karena Peraturan Pemerintah (PP) masih belum keluar. PP-nya saat ini masih di Sekretaris Negara (Setneg)," ungkap Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Agus Suprijanto, saat dihubungi Selasa (14/6/2011).

Menurutnya, hambatan dari molornya gaji ke-13 tersebut karena pengajuannya terlambat. Hal inilah yang memungkinkan gaji "tambahan" untuk PNS tersebut baru bisa keluar awal Juli.

"Kemungkinan besar awal Juli baru bisa dibayar, tapi kalau PP-nya selesai lebih cepat, ya gaji ke-13 itu juga lebih cepat dibayarkannya," tukasnya.

Seperti diketahui, PNS, TNI, dan Polri sebelumnya dipastikan akan mendapat gaji ke-13 bagi pada Juni ini. Adapun bagi pensiunan, gaji ke-13 dibayarkan Juli 2010. Pembayaran gaji ke-13 tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54/2010.

Kemenkeu pun menunggu kelengkapan berkas dari satuan kerja setiap kementerian/lembaga. Penyerahan berkas sudah bisa dilakukan mulai Senin 21 Juni. Pencairan ini mempertimbangkan adanya kebutuhan pembiayaan pendidikan anak-anak PNS, TNI, dan Polri.

Adapun sistem pembayaran gaji ke-13 ini akan disalurkan langsung ke rekening bank setiap pegawai. Dengan adanya gaji tambahan ini, sudah tidak ada alasan bagi PNS,TNI, dan Polri untuk tidak menaikkan kinerja.

Berdasarkan peraturan Dirjen Perbendaharaan, pengajuan surat perintah membayar oleh tiap satuan kerja ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk pembayaran gaji ke-13 bagi PNS pusat, TNI, Polri, dan pejabat negara dilakukan pada Juni 2010.

Bagi penerima pensiun/tunjangan dibayarkan melalui PT Taspen (persero)/PT Asabri (persero) bersamaan dengan pembayaran pensiun/tunjangan Juli 2010. Sedangkan untuk PNS daerah, gubernur dan wakil gubernur, bupati/ wali kota, dan wakil bupati/ wakil wali kota dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tiap daerah dengan mengikuti ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 54 Tahun 2010.
(oz)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Timur Pradopo: Salah Seorang Calon Kabareskrim Pernah Jadi Kapolda

JAKARTA
Salah seorang calon pengganti Komjen Ito Sumardi sebagai Kabareskrim adalah jenderal yang pernah menjabat atau sedang menjabat sebagai Kapolda.
Kepastian ini disampaikan oleh Kapolri Timur Pradopo.
"Saya sampaikan salah satunya pernah jadi Kapolda yang punya akseptabilitas dan kapabilitas," kata Timur di gedung DPR, Jakarta (Senin, 13/6)
Sementara ini ada empat jenderal yang disebut-sebut bersaing ketat untuk menduduki posisi Kabareskrim yang akan ditinggalkan Komjen Ito Sumardi, yang akan pensiun 16 Juni besok. Keempat jenderal yang bersaing tersebut adalah, Irjen Bambang Widaryatmo (Kapolda Kaltim, Akpol 78), Irjen Sutarman (Kapolda Metro Jaya, Akpol 81), Irjen Badroedin Haiti (Korsahli Kapolri, Akpol 82), dan Irjen Iskandar Hasan (Kapolda Aceh, Akpol 80). [yan]
Baca selengkapnya Bagikan

INILAH.COM

NOKIA

KURS RUPIAH HARI INI

COVER NEWS PAPER

BUKU TAMU


ShoutMix chat widget