Tampilkan postingan dengan label PELALAWAN. Tampilkan semua postingan

gravatar

Bupati Minta Masyarakat Ikut Awasi Proyek Pemerintah

PELALAWAN,MR
Masyarakat diharapkan bisa turut berperan dalam mengawasi pembangunan di wilayahnya masing-masing di Kabupaten Pelalawan ini. Dengan begitu, maka jika ada pekerjaan yang tak sesuai dengan bestek dan bahan yang digunakannya bermutu rendah, masyarakat bisa mempertanyakan hal tersebut.Demikian penegasan ini disampaikan oleh Bupati Pelalawan HM Harris pada wartawan di Pangkalan Kerinci, Rabu (15/6). Menurutnya, jika masyarakat kurang peduli maka mereka sendiri nanti yang dirugikan."Soalnya, pembangunan di wilayah mereka nanti tak bisa dinikmati secara maksimal," tegasnya.Harris mengatakan karena itu dirinya meminta agar masyarakat bisa menjadi 'bawasda' pembangunan di wilayahnya masing-masing. Selain itu, dirinya juga meminta agar para satker dapat berkunjung ke wilayah desa terpencil."Hal ini agar para satker dapat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat," ujarnya.Dengan mengunjungi masyarakat secara langsung, sambungnya, maka setiap satker akan benar-benar mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat. Dengan begitu, maka setiap satker akan bisa melihat potensi yang dapat dikembangkan dalam setiap kunjungannya."Cara ini juga diharapkan dapat efektif dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan (ekora) yang benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat," ungkapnya.Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjutnya, maka setiap kali berkunjung ke wilayah pedesaan maka dirinya akan meminta para satker yang terkait untuk ikut dan mengekspose program mereka di wilayah yang dikunjungi."Dengan cara sosialisasi seperti itu, maka tak ada alasan lagi bagi camat atau pun kepala desa yang tidak mengetahui program pemerintah yang dilaksanakan di wilayahnya," pungkasnya. (TA)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Wartawan Tabloid Azam Diancam Bunuh

PANGKALANKERINCI,MR
Intimidasi terhadap profesi wartawan dialami Asnol Mubarak, suratkabar mingguan Azam untuk wilayah Kabupaten Pelalawan. Asnol Mubarak mendapat ancaman akan dibunuh oleh seseorang tak dikenal.Pesan ancaman tersebut diterima pemuda asal Kecamatan Pelalawan itu melalui pesan singkat ponsel (short message service) pada Rabu (15/6) dinihari.
Menurut penuturan yang bersangkutan kepada sejumlah wartawan di media Center Kantor Bupati Pelalawan pada Rabu siang, SMS diterima sebanyak tiga kali. Masing-masing pada pukul 01.44 WIB, 01.54 WIB dan 02.09 WIB.
‘’Asnol saya ingatkan kepada kau kalau mau selamat hidup berhenti jadi wartawan sekarang. Jangan bermain dengan api ya kau belum tau siapa aku,’’ demikian tertulis dalam box SMS yang terkirim dari nomor ponsel 083187814365 milik OTK, seperti yang diperlihatkan Asnol Mubarak kepada Riau Pos.
‘’Berikut rekdaksional SMS kedua adalah demikian, ‘’kau nggak perlu tau siapa aku, tapi aku sampaikan apabila kau tetap menulis dengan tajam lagi maka akan ku habisi nyawa kau, ingat itu. Kau masih muda, punya karir dan prospek ke depan bagus tapi sayang nyawa kau dipertaruhkan,’’ ungkap SMS itu.
‘’Pada sms terakhir dia bilang tunggu aja tanggal main setelah saya membalas kedua sms sebelumnya, untuk menanyakan siapa pengirim itu. Saat saya telepon juga nomor itu tidak aktif lagi sampai sekarang,’’ tutur Asnol Mubarak.
Dia menduga ancaman tersebut berkaitan salah satu pemberitaan di media Azam. Namun kepada Riau Pos ia enggan merinci terkait berita yang mana. ‘’Kan jelas dia bilang jangan saya menulis yang tajam lagi. Artinya itu ada kaitan dengan masalah berita saya,’’ jelasnya.
Meski merasa sangat khawatir dan ragu dengan pesan singkat tersebut, namun Asnol mengaku pasrah menerima ancaman dari pihak manapun. Ia sendiri terus berusaha mengklarifikasi duduk persoalan kepada pengirim SMS. Namun nomor tersebut tidak bisa dihubungi karena non aktif.
‘’Mau bagaimana lagi bang, mungkin ini resiko profesi. Kalau saya bisa bicara sama dia okelah. Kita akan bicarakan baik-baik, saya sarankan dia pakai mekanisme hak jawab,’’ jelasnya.Ketika sejumlah wartawan menyarankan agar membawa kasus ini ke ranah hukum, Asnol mengaku sedang mempertimbangkan langkah tersebut. ‘’Kalau masih mengancam terus apa boleh buat, saya laporkan kepada polisi,’’ tutup pemuda berusia 25 tahun itu.(riaupos.com)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

O2SN SD Nasional Empat Pecatur Pelalawan Wakili Riau

PELALAWAN,MR
Sampai saat ini, tak bisa dipungkiri bahwa prestasi atlet catur Kabupaten Pelalawan sungguh membanggakan. Setelah menyabet 6 emas pada O2SN tingkat SD se Provinsi Riau, 4 pecatur cilik asal daerah ini juga dipercayakan menjadi duta Riau pada O2SN SD tingkat nasional di Surabaya Juli mendatang.
"Alhamdulillah prestasi atlet catur kita luar biasa. O2SN tingkat SD se Provinsi Riau, Pelalawan berada di posisi kedua kabupaten kota. 6 medali emas diraih dari cabor catur. Dan karena prestasi itu pula atlet catur kita mewakili Riau di O2SN SD tingkat nasional di Surabaya," jelas Kadisdik Pelalawan Drs Darwis Alkadam,M.Si, Rabu (15/6).
Darwis menjelaskan bahwa pada O2SN tingkat SD Provinsi Riau yang dilaksanakan di Pekanbaru 9-12 Juni lalu, Pelalawan berada pada peringakat 2 dari kabupaten kota. Dengan perolehan medali, 6 emas, 2 perak dan 2 perunggu.
"Keenam emas diraih dari bidang catur dan kita mewakili Riau pada O2SN SD tingkat nasional di Surabaya 2-9 Juli 2011 mendatang," katanya.
Di tempat terpisah, Sudirman,N.MN pelatih catur Pelalawan menjelaskan, empat pecatur Pelalawan yang akan mewakili Riau pada O2SN SD tingkat nasional 2-9 Juli mendatang di Surabaya Jawa Timur masing-masing Elza Fitri SDN 001 Bandar Petalangan, Trianike Ramadhona SDN 006 Pangkalan Lesung, Aqli Rahmana SDN 001 Pangkalan Lesung dan Hamdani Akbar SDN 003 Pangakalan Lesung."Selain empat pecatur kita, saya sebagai pelatih juga ikut mendampingi anak-anak ke Surabaya," imbuhnya.Dikatakannya, sebagai langkah persiapan mengikuti olimpiade tingkat nasional itu, 20 Juni mendatang semua atlet sudah mengikuti TC di Pekanbaru hingga hari keberangkatan ke Surabaya. Dan anak-anak akan segera mengikuti TC jelang berangkat ke Surabaya."Sebenarnya, selain 4 pecatur tingkat SD, Pelalawan juga mewakili 2 pecatur berprestasi lainnya ke olimpiade nasional tingkat SMP," katanya.
Ditambahkannya, prestasi yang mengharumkan nama daerah ini hendaknya menjadi perhatian serius pula dari pemerintah untuk terus melakukan pembinaannya. Sehingga ke depan akan makin banyak lagi bibit-bibit catur yang terus mengharumkan nama Kabupaten Pelalawan. (TA)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Pemkab Pelalawan Terus Tingkatkan Upaya Pelayanan Publik

PELALAWAN,MR
Sampai saat ini, Pemkab tak henti-hentinya terus mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan publik. Dan kualitas pelayanan publik ini dilakukan melalui pembenahan berbagai aspek, diantaranya kelembagaan, kepegawaian, Tatalaksana, Akuntabilitas dan pengawasan guna menghasilkan pelayanan publik yang prima."Pelayanan publik yang prima harus melalui pembenahan berbagai aspek," terang Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan Drs H Zardewan MM pada wartawan di Pangkalan Kerinci, Rabu (15/6). Menurutnya, yang dimaksud sebagai pelayanan publik yang prima adalah pelayanan yang cepat, tepat, murah, aman, berkeadilan dan akuntabel."Dan tak bisa dipungkiri bahwa pelayanan yang prima seperti inilah yang diharapkan oleh masyarakat," tegasnya.Zardewan menjelaskan bahwa sehubungan dengan pelayanan prima ini maka langkah strategis untuk mendorong upaya perbaikan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik ialah dengan memberikan stimulasi, semangat, perbaikan dan inovasi pelayanan serta melakukan penilaian untuk mengetahui gambaran kinerja yang objektif dari unit pelayanan. "Guna mengetahui gambaran kinerja unit pelayanan publik yang obyektif, diperlukan pedoman penilaian antara lain memuat kriteria dan mekanisme penilaian yang jelas dan transparan," katanya. Seiring dengan itu, sambungnya, maka melalui pelatihan pengukuran kinerja aparatur inilah akan diberikan pemahaman teknis tentang pengukuran kinerja aparatur khususnya dibidang pelayanan publik atau biasa disebut indeks kepuasan masyarakat. Dan indeks kepuasan masyarakat adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan. "Jadi indeks kepuasan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pengukuran kinerja aparatur," ujarnya .Sementara, lanjutnya, salah satu komponen pengukuran kinerja aparatur adalah kebijakan peningkatan profesionalisme pejabat atau pegawai di bidang pelayanan publik. Sehingga diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta bisa memperoleh pengetahuan dan pemahaman terhadap pengukuran kinerja aparatur di bidang pelayanan publik. "Dengan begitu, maka setiap satker dapat meningkatkan pelayanan yang berkualitas dan prima kepada masyarakat," pungkasnya. (TA)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Kebersamaan Masyarakat Mampu Wujudkan Ekonomi Yang Mapan

PELALAWAN,MR
Sampai saat ini, penciptaan iklim yang kondusif secara berkelanjutan dari kedinamikaan dalam suatu keanekaragaman merupakan modal sosial untuk mendukung mewujudkan ekonomi rakyat yang mapan."Soalnya, keanekaragaman itu bukan saja dari wilayah yang terdiri dari pulau, sungai, laut dan daratan tetapi juga dari segi agama, budaya dan suku," terang Wakil Bupati Pelalawan, Drs H Marwan Ibrahim, terkait dukungan keanekaragaman untuk membangkitkan iklim yang kondusif, Selasa (14/6).
Marwan menerangkan bahwa keberhasilan membangkitkan semangat kebersamaan yang berada di kalangan masyarakat sesungguhnya dapat mewujudkan ekonomi masyarakat yang mapan. Dan untuk menciptakan ekonomi yang mapan maka semangat kebersamaan diangkat dari potensi keberagaman seperti Kota besar lainnya di Indonesia, karena di Kabupaten Pelalawan juga merupakan sebuah wilayah yang diisi oleh keanekaragaman suku. "Setelah semangat kebersamaan dalam keberagaman yang telah dibangun maka kondisi keamanan dan ketertiban merupakan faktor esensi lainnya yang tak kalah pentingnya," tandasnya.
Pasalnya, sambungnya, kebersamaan dari keberagaman yang dimiliki ini dapat saja menimbulkan beberapa kemungkinan dalam melaksanakan pembangunan. Sebab keberagaman dapat menimbulkan implikasi yang positif maupun negatif.
"Keberagaman dapat menimbulkan implikasi positif apabila keragaman yag ada dapat dijadikan sebuah kekuatan untuk mencapai tujuan bersama yakni membangun Kabupaten Pelalawan agar maju dan makmur dari segi ekonomi," tegasnya.
Tapi sebaliknya, lanjutnya, keberagaman akan menjadi negatif jika hal itu dipandang sebagai tumpukan perbedaan demi perbedaan. Karena itu, dirinya memandang bahwa peluang implikasi positif dan negatif memang tidak jauh berbeda bahkan berimbang.
"Oleh sebab itu kehadiran institusi keamanan seperti pihak Kepolisian dan TNI merupakan bagian dari penjaga stabilitas bagi penciptan iklim yang kondusif," ungkapnya.
Ditambahkannya, soalnya garansi terciptanya iklim yang aman serta terkendali merupakan pintu masuk dan berkembangnya investasi dalam dan luar negeri. "Perkembangan investasi yang dibackup situasi yang kondusif tersebut dapat memperkuat dan mewujudkan ekonomi yang mapan," tandasnya yakin. (TA)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Layang-layang Ancam Jaringan Listrik di Pelalawan

PANGKALANKERINCI,MR
Seminggu terakhir ini para pelanggan PLN yang berada di Pangkalankerinci mengeluhkan pemadaman listrik tidak beraturan. Akibatnya peralatan elektronik warga banyak yang rusak selain itu pula menghambat usaha kecil. Namun PLN menegaskan pemadaman ini disebabkan adanya tali layang-layang yang menyebabkan gangguan jaringan PLN.
Demikian diungkapkan Kepala Ranting PLN Pangkalankerinci, Monang Sitorus kepada riauterkini, Senin (13/6/11). Ia, mengakui banyak mendapat keluhan dari para pelanggan PLN yang ada di Pangakalankerinci, akibat listrik mati hidup.
"Kita mengakui, terjadi pemadaman PLN akhir-akhir. Setelah petugas kita menelusuri, ternyata dijumpai adanya tali layangan dijumpai dijaringan PLN. Tragisnya lagi, tali itu terbuat dari timah sehingga arus itu lari ke bumi, melewati tiang," papar Monang ketika dijumpai di ruang kerjanya.
Dikatakanya, pemadaman itu tidak saja, adanya ganguan pada jaringan, juga disebabkan akibat beban puncak pada jam-jam tertentu. Seperti pada pukul 18.00 hingga pukul 21.00 Wib."Pada jam-jam seperti itu, terjadi beban puncaknya, sehingga kita terpaksa mematikan beberapa buah travo yang ada. Langkah ini dilakukan guna menyeimbangkan ketersediaan beban," seraya mengatakan diwilayang Pangkalankerinci memiliki 47 travo.
Salah seorang warga Pangkalankerinci, Jhon Hendri mengaku kesal, terhadap prilaku PLN yang mematikan aliran listrik tanpa ada pemberitahuan sebelumnya."Kita tentu saja resah dan mengeluh dengan kerapnya terjadi pemadaman listrik yang mendadak seperti ini, karena peralatan elektronik menjadi terbakar dan rusak," terangnya.
Pemadaman seperti ini, imbuhnya menyebabkan berbagai barang-barang elektronik seperti televisi rusak, kulkas, kipas angin banyak yang rusak. Selain itu juga pengakuan serupa dialami para tetangga yang berada di sekitar rumahnya. "Pihak PLN harus jelaskan dan umumkan sebelumnya kalau terjadi pemadaman seperti ini, jangan terkesan mendadak. Sehingga yang menjadi korbannya para pelanggan," ujarnya lagi.
(RTC)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Kecelakaan Maut di Pelalawan Rengut 7 Nyawa

PANGKALANKERINCI,MR
Tabrakan hebat antara angkutan sewa Superben dengan dumb truk, kembali terjadi di Jalan Lintas Timur KM 34 persisnya di depan Pukesmas Rawat Inap Kecamatan Bandar Sikijang. Akibat peristiwa naas itu, hampir seluruh isi penumpang superbend tewas di tempat. Peristiwa itu terjadi Selasa (14/6/11) sekitar pukul 11.30 WIB.
Informasi yang dirangkum riauterkini dilaporkan, korban tewas ditempat, berjumlah tujuh orang. Pada kejadian itu dua orang tewas, bekerja di PNS lingkungan Pemkab Pelalawan. Kapolres Pelalawan Ari Rahman Nafarin mebenarkan kejadian tabrakan itu yang menyebabkan tujuh orang meninggal ditempat.
Menurut Kapolres, tabrakan bermula ketika Superben BM 7707 BU bergerak dengan kecepatan tinggi, dari arah Pangkalankerinci menuju Pekanbaru. Setibanya, di KM 29, kenderaan mendahului sebuah kenderaan, namun dari arah yang berlawanan datang sepeda motor yang dikemudikan oleh bapak anak. Berhubung jarak sudah dekat, sopir superben tidak bisa menghidari lagi.
Tabrakan pun tidak dapat terhindarkan lagi. Bapak dan anak yang berbonceng tewas seketika setelah terseret beberapa meter dibadan jalan. Tidak saja sampai disitu, sebuah kenderaan berat jenis truk pengangkut teh botol BM 8715 AK juga berada dari arah berlawan juga bertabrakan, dengan superben yang sudah hilang kendali. Lima penumpang termasuk sopir superben tewas pada kejadian itu.
Sementara itu pengemudi, truk pengangkut teh botol menderita luka berat. Korban luka berat sebagian di larikan ke rumah sakit yang barada di Pekanbaru, sementara itu sebagian lagi dirujuk di RS Selasih Pangkalankerinci. Pihak kepolisian dari Polres Pelalawan hingga sekarang belum berhasil mengidentifikasi korban tewas.
"Ada dua orang PNS yang meninggal pada kejadian itu, total seluruh yang tewas berjumlah tujuh orang. Lima orang yang berada dalam seperben dua orang lagi yang berboncengan dengan sepeda motor," terang Kapolres.
Korban tewas tersebut, mengalami luka parah. Selain menderita luka patah-patah, juga kepala korban tewas pecah-pecah. "Sementara itu mobil yang bertabrakan itu tidak berbentuk lagi," tandas Kapolres.(RTC)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

3 Guru SMKN I Presentasikan Kunjungan ke Jerman

PELALAWAN,MR
Salah satu perbedaan mendasar antara sistim pendidikan di negara ini dengan negara di Jerman adalah besarnya rasa tanggung jawab perusahaan-perusahaan yang ada di sana dalam bidang pendidikan. "Di sana, KADIN-nya menerapkan kebijakan agar perusahaan-perusahaan mengambil anak asuh untuk dibiayai pendidikannya," jelas salah satu guru SMKN 1 Pangkalan Kerinci, Rasyid, didampingi Aidayani Mayasari dan Sitti Salmiah, di Pangkalan Kerinci, Senin (13/6).
Ketiga orang guru SMKN 1 Pangkalan Kerinci yang baru saja selesai mengikuti Internasional Leadership Training di Otto Von Guericke University Magdeburg di Jerman selama satu tahun itu mengatakan bahwa jika ada perusahaan yang tak menetapkan hal tersebut maka perusahaan itu akan dicoret menjadi anggota Kadin. "Artinya, perusahaan-perusahaan di sana telah merasa bahwa keberlangsungan suatu pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja melainkan juga harus terlibatnya peran serta dari swasta juga, dalam hal ini perusahaan-perusahaan melalui program CD-nya," terangnya. Rasyid yang mewakili dua rekannya menerangkan bahwa di samping itu, penerapan pedagogik di negera German benar-benar telah diaplikasikan dalam pengajaran. Pasalnya, murid-murid terlibat aktif dalam suatu pelajaran sehingga guru hanya tinggal mengarahkan saja. "Di sana, para murid aktif terlibat sedangkan guru hanya mengarahkan saja atau sebagai moderator dari diskusi kelas yang berlangsung," katanya. Di samping tiga orang dari Kabupaten Pelalawan, sambungnya, ada 17 orang lagi yang berasal dari seluruh Indonesia yang mengikuti Internasional Leadership Training - GIZ di Otto Von Guericke University Magdeburg dengan tema pendidikan Labour Market Oriented Technical Vocational Educational And Training And Corporate Human Resources Development. "Jadi ada 20 orang yang dikirim ke Indonesia termasuk kita untuk studi di German selama satu tahun. Diantaranya 10 orang P4 TK malang, 4 orang dari P4 TK Medan, 3 orang dari SMK Pangkalan Kerinci dan 1 orang dari SMKN Bekasi dan 1 orang dari SMKN Makasar dan IGTC Jakarta," katanya. Selama satu tahun itu, lanjutnya, mereka mengikuti beberapa program diantaranya program bahasa selama 3,5 bulan, kemudian mengikuti kuliah selama satu semester tentang pedagogik di Universitas Magdeburg di samping mengikuti program pengembangan SDM selama 3,5 bulan. "Selain itu, kita juga mengikuti program kompetensi Management Internasional selama tiga minggu dan Module HIV/AIDS," ujarnya.
Diakuinya, bahwa dari hasil belajar selama satu tahun di negara Kanselir Helmut Kohl itu banyak pelajaran yang dapat diambil yang sekiranya bisa diterapkan di daerah ini khususnya di sekolah SMKN 1 Pangkalan Kerinci. "Mungkin salah satunya yakni penerapan pedagogik dimana siswa ikut terlibat aktif dalam suatu pelajaran. Karena di German sana, pedagogik ini sudah lama diterapkan sehingga keterlibat siswa dalam pelajaran sudah intens dilakukan," ungkapnya. Sementara itu, Sekretaris Disdik Pelalawan MD Rizal MPd yang menerima kehadiran tiga orang guru SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci yang baru pulang studi itu mengatakan bahwa diharapkan agar ilmu yang didapat di sana bisa diterapkan di daerah ini. "Kita jelas mengingkan bahwa dari sekian ilmu yang didapat di sana, bisa diterapkan di daerah ini khususnya di SMKN 1 Pangkalan Kerinci sendiri," katanya. Dikatakannya, dan bagi SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci sendiri dengan semakin banyaknya guru yang studi ke German diharapkan bisa meningkatkan kualitasnya sebagai Sekolah Berstandar Internasional. Atau paling tidak bisa mempertahankan predikatnya saat ini sebagai Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). "Kita mengingkan ada peningkatan yang tadinya RSBI menjadi SBI, atau paling tidak mempertahankan predikat RSBI-nya, tapi jangan sampai turun," tegasnya menutup. (TA)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Bupati Pelalawan Minta Orang Tua Berperan Dalam Menekan Kenakalan Remaja

PELALAWAN,MR
Sampai saat ini, masa remaja merupakan suatu bagian dari proses tumbuh kembang yang berkesinambungan, yang merupakan suatu masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Dalam masa-masa ini, seorang remaja selalu ingin mencoba hal-hal yang baru.
"Karena itulah, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak dinginkan maka perlu adanya perhatian
khusus dari semua lapisan masyarakat pada golongan remaja resiko tinggi," terang Bupati Pelalawan HM Harris, terkait hal yang perlu diperhatikan para orang tua dan guru dalam menekan aksi kenakalan remaja, Senin (13/6).Harris mengatakan bahwa pada masa remaja secara alamiah akan terjadi perkembangan dan pertumbuhan yang cepat dalam aspek fisik, emosi, kongitif, dan sosial. Pasalnya, masa ini merupakan masa yang kritis, yaitu saat untuk berjuang melepaskan ketergantungan kepada orang tua."Dan mereka berusaha mencapai kemandirian sehingga dapat diterima dan diakui sebagai orang dewasa," katanya.Karena itu, sambungnya, keberhasilan seorang remaja melalui transisi ini dipengaruhi baik oleh faktor individu (biologis kognitif), psikologis maupun lingkungan yang terdiri dari keluarga, teman dan masyarakat."Soalnya, pada masa transisi ini remaja rentan untuk mengalami masalah serta berprilaku resiko tinggi seperti free sex, merokok, narkoba, kekerasan dan lainnya," tandasnya.Soalnya, lanjutnya, faktor biologis dan prilaku resiko tinggi pada remaja merupakan masalah yang saling mempengaruhi. Maka dari itu, guna mengatasi masalah perilaku resiko tinggi diperlukan pendekatan yang komperehensif dan multidisiplin dengan peran serta seluruh komponen yaitu pemerintah, masyarakat, media massa, profesional dan keluarga.
"Sebagian remaja melalui masa remajanya dengan relatif tenang tanpa masalah yang berarti. Namun ada sebagian lainnya yang melaluinya dengan bergejolak dan meledak-ledak menimbulkan reaksi dengan lingkungan (remaja beresiko tinggi). Dikatakannya, pendekatan terhadap remaja beresiko tingi perlu dilakukan secara komperehensif dan multidisiplin, khususnya bagi remaja dengan kelainan biologis sejak dini, mutlak diperlukan untuk menghindari timbulnya perilaku resiko tinggi. "Salah satu pendekatan komperehensif yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah perilaku resiko tinggi pada remaja adalah dengan membentuk klinik kesehtan remaja, agar sekaligus berfungsi sebagai sarana dedikasi dini dan penatalaksanaan terhadap remaja beresiko tinggi," lanjutnya. Ditambahkannya, selain pendekatan di atas maka perlu juga diperhatkan pola asuh orang tua berupa kepribadian orangtua dan kepribadian keluarga. Lingkungan yang terdiri dari pendidikan sekolah atau teman sebaya, keadaan sosial ekonomi, media dan globalisasi."Dari genetic biologis, perlu diperhatikan temperamen, kehamilan atau kelahiran resiko tinggi dan intelegensi," pungkasnya.
(TA)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

3 Siswa SMP Bernas Ikuti Lomba Sanitasi Air

PELALAWAN,MR
Dalam lomba sanitasi air yang diadakan oleh Kementerian Dinas Pekerjaan Umum Jakarta, di
tahun 2011 ini Kabupaten Pelalawan mengirimkan tiga (3) orang siswanya yang berasal dari SMP Negeri Bernas untuk mengikuti lomba tersebut di jenjang nasional. Demikian hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri Bernas, Warsono SPd, pada wartawan di Pangkalan Kerinci, Senin (13/6). Menurutnya, tiga orang siswa anak didiknya itu dikirim ke Jakarta
setelah mereka memenangkan Lomba Sanitasi Air untuk tingkat Provinsi Riau.
"Ketiga siswa kita itu yang akan dikirim ke Jakarta itu, karena mereka telah memenangkan lomba sanitasi tingkat provinsi," kata Warsono yang didampingi Kaur Humas SMPN Bernas, Erfandi Fitriadi.
Warsono mengatakan bahwa dalam lomba Sanitasi Air yang diadakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan tema 'Sanitasi Menunjang Kualitas Air Baku' itu ada dua kategori lomba yang dipertandingkan. Lomba pertama yakni berupa karya tulis dan lomba poster. "Untuk kategori lomba karya tulis, juara pertama dan jra kedua diraih oleh siswi SMPN Bernas atas nama Senri Pratiwi dengan judul 'Sumur Resapan Untuk Air Limbah Rumah Tangga Sebagai Alternatif
Penyelamatan Air' dan M Alanas dengan judul 'Pot Kapilaritas Penghemat Penggunaan Air'," katanya. Sedangkan untuk juara ketiganya, sambungnya, diraih oleh SMP lainnya. Sementara untuk kategori poster sanitasi air, siswa SMP Negeri Bernas yakni M Alanas meraih juara kedua dengan tema judul poster yakni Setiap Tetes Air Adalah Kehidupan'.
"Jadi ketiga siswa dari Bernas itu akan mewakili Riau untuk mengikuti lomba yang sama," katanya.
Jika tak ada aral melintang, lanjutnya, ketiga siswa itu akan mengikuti kejuaraan Lomba Sanitasi tingkat nasional tanggal 20 - 25 Juni mendatang. Tahun lalu juga pihaknya mengirimkan salah satu siswanya untuk mengikuti lomba yang sama dalam kategori poster tapi belum berhasil menjadi juara.
"Kita harapkan pada tahun ini ada siswa didik kita yang bisa berhasil menjuarai dalam salah satu kategori lomba yang dipertandingkan," ungkapnya.
Dikatakannya, untuk keberhasilan ini para siswa didiknya ini, dirinya juga mengharapkan agar Pemkab Pelalawan bisa memberikan motivasi atau semacam reward kepada para peserta. Hal ini dimaksudkan agar semangat mereka makin tumbuh dalam membela Provinsi Riau khususnya Kabupaten Pelalawan. "Karena walau bagaimana pun, mereka adalah perwakilan dari Kabupaten Pelalawan yang langsung atau tidak membawa nama marwah daerah ini," tandasnya. Di tempat terpisah, Kadisdik Pelalawan Drs Darwis Alkadam MSi saat dimintai komentarnya terkait hal ini mengatakan bahwa dirinya merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh anak didik SMPN bernas itu. "Soalnya dengan raihan prestasi ini diharapkan akan memacu semnagat siswa yang lain untuk berprestasi sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing," tutupnya. (TA)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Pemkab Pelalawan Terkendala Rendahnya Kapasitas Produksi

PELALAWAN,MR
Saat ini, berbagai program dan kegiatan yang menyentuh pundi-pundi dasar masyarakat untuk mengangkat kualitas dan kuantitas kehidupan seperti; pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pengentasan kemiskinan baik di tingkat desa maupun tingkat perkotaan terus dilakukan.
Demikian hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim pada wartawan di Pangkalan Kerinci, kemarin. Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut maka hal ini telah diupayakan dengan sungguh-sungguh dan secermat mungkin serta konsisten dengan visi dan misi, strategi dasar, kebijakan dasar dan agenda-agenda utama pembangunan yang telah disepakati.
"Dengan begitu, diharapkan hal ini akan dapat memacu roda Pemerintahan dan pembangunan serta membawa masyarakat Kabupaten Pelalawan menuju kehidupan yang lebih sejahtera di masa mendatang," katanya.
Marwan menerangkan bahwa saat ini ada beberapa kendala yang dihadapi Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan yang harus dipecahkan. Diantaranya yakni upaya lanjut dalam menanggulangi kemiskinan akibat masih rendahnya kapasitas produksi dan akses terhadap sumber daya produktif bagi masyarakat.
"Kemudian kendala lain adalah upaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan serta upaya untuk membuka keterisolasian desa dengan pola pembangunan infrastruktur," ujarnya.
Di samping itu, sambungnya, Pemerintah Daerah juga dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang dirasakan kurang. Hal ini terjadi karena masih kurangnya pemahaman aparatur terhadap makna pelayanan publik, dan serta diprioritaskan untuk penyelamatan dan pemulihan ekonomi (Recovery Ekonomi) di Kabupaten Pelalawan.
"Pada prinsipnya tujuan utama penyelenggaraan otonomi Daerah adalah untuk meningkatakan Pelayanan Publik (Public Service) dan memajukan perekonomian daerah," ungkapnya.
Untuk itu, lanjutnya, ada 3 (tiga) misi utama yang akan terus diupayakan yakni meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, menciptakan efisiensi dan efektifitas sumberdaya daerah dan memberdayakan serta menciptakan ruang bagi masyarakat (public) untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan.
"Untuk mencapai itu, maka Pemerintah Daerah dituntut untuk dapat lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun perencanaan berupa program yang sejalan dengan perubahan paradigma konsep 'Good Goverment' yang mengandung unsur kemitraan, partisipasi masyarakat, transparansi, akuntabilitas, desentralisasi," pungkasnya. (TA)
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Bupati Pelalawan Lepas Kontingen Penas KTNA ke Kaltim

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI- Bupati Pelalawan HM Harris melepas kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pelalawan, ke Pekan Nasional (Penas) Senin (13/6/11). Acara pelepasan kelompok tani tersebut dilakukan didepan kantor Bupati Pelalawan, untuk berangkat ke Kutai Negara, Kalimantan Timur pada 18 hingga 24 Juni mendatang.

Rombongan yang berjumlah 15 orang tersebut, merupakan perwakilan dari seluruh kelompak tani dari 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan. Menurut Kepala dinas Pertanian Pelalawan, Atmonadi, kontingen yang ditelah dipilih itu akan berang secara bersamaan pada 16 Juni nanti dan menyusul utusan dari Pemkab menuju tempat pelaksanaan satu hari setelah keberangkatan para petani itu. Penas ke-13 itu menjadi sarana sharing antar kelompok tani yang berprestasi di seluruh kabupaten yang ada di Indonesia.

"Tanggal 14 satu orang akan diberangkatkan lebih dahulu, untuk mempersiapkan stand dan tempat kontingen Pelalawan disana dan rombongan penuh akan menyusul besoknya. Kita targetkan juara satu dalam Penas ini, karena rombongan yang dikirim ini merupakan juara satu ditingkat provinsi Riau," ujar Atmonadi.

Dikatakannya, Pelalawan mengusung dua pertunjukan yang menjadi andalan yakni Rangkaian Bunga dan Mengupas kelapa secara tradisional. Sebab kedua hasil karya tersebut merupakan kebiasaan asli warga Pelalawan yang tidak ditemukan didaerah lain. Sehingga menjadi ciri khas yang unik dan dapat dipertontonkan di kancah nasional.

Sementara itu, Bupati Pelalawan, HM Harris menuntut adanya perubahan sistem pertanian yang dibawa dari helat pertanian tingkat nasional itu. Informasi perkembangan dalam bidang peternakan, pertanian, perikanan dan perkebunan, yang ada didaerah lain harus dicontoh. Khususnya sistem yang sesuai dengan iklim dan struktur tanah di Pelalawan. Agar keberangkatan kontingen memiliki manfaat yang berarti.

"Kontingen hendaknya jangan asal berangkat kesana dan pulang dengan tangan kosong. Tetapi harus ada sistem pertanian yang diambil milik daerah lain dan diterapkan disini. Jadi kabupaten kita dapat memprediksi masalah pangan kedepan bagaimana," kata Harris.***(feb)
Baca selengkapnya Bagikan

INILAH.COM

NOKIA

KURS RUPIAH HARI INI

COVER NEWS PAPER

BUKU TAMU


ShoutMix chat widget