gravatar

Bupati Pelalawan Minta Orang Tua Berperan Dalam Menekan Kenakalan Remaja

PELALAWAN,MR
Sampai saat ini, masa remaja merupakan suatu bagian dari proses tumbuh kembang yang berkesinambungan, yang merupakan suatu masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Dalam masa-masa ini, seorang remaja selalu ingin mencoba hal-hal yang baru.
"Karena itulah, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak dinginkan maka perlu adanya perhatian
khusus dari semua lapisan masyarakat pada golongan remaja resiko tinggi," terang Bupati Pelalawan HM Harris, terkait hal yang perlu diperhatikan para orang tua dan guru dalam menekan aksi kenakalan remaja, Senin (13/6).Harris mengatakan bahwa pada masa remaja secara alamiah akan terjadi perkembangan dan pertumbuhan yang cepat dalam aspek fisik, emosi, kongitif, dan sosial. Pasalnya, masa ini merupakan masa yang kritis, yaitu saat untuk berjuang melepaskan ketergantungan kepada orang tua."Dan mereka berusaha mencapai kemandirian sehingga dapat diterima dan diakui sebagai orang dewasa," katanya.Karena itu, sambungnya, keberhasilan seorang remaja melalui transisi ini dipengaruhi baik oleh faktor individu (biologis kognitif), psikologis maupun lingkungan yang terdiri dari keluarga, teman dan masyarakat."Soalnya, pada masa transisi ini remaja rentan untuk mengalami masalah serta berprilaku resiko tinggi seperti free sex, merokok, narkoba, kekerasan dan lainnya," tandasnya.Soalnya, lanjutnya, faktor biologis dan prilaku resiko tinggi pada remaja merupakan masalah yang saling mempengaruhi. Maka dari itu, guna mengatasi masalah perilaku resiko tinggi diperlukan pendekatan yang komperehensif dan multidisiplin dengan peran serta seluruh komponen yaitu pemerintah, masyarakat, media massa, profesional dan keluarga.
"Sebagian remaja melalui masa remajanya dengan relatif tenang tanpa masalah yang berarti. Namun ada sebagian lainnya yang melaluinya dengan bergejolak dan meledak-ledak menimbulkan reaksi dengan lingkungan (remaja beresiko tinggi). Dikatakannya, pendekatan terhadap remaja beresiko tingi perlu dilakukan secara komperehensif dan multidisiplin, khususnya bagi remaja dengan kelainan biologis sejak dini, mutlak diperlukan untuk menghindari timbulnya perilaku resiko tinggi. "Salah satu pendekatan komperehensif yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah perilaku resiko tinggi pada remaja adalah dengan membentuk klinik kesehtan remaja, agar sekaligus berfungsi sebagai sarana dedikasi dini dan penatalaksanaan terhadap remaja beresiko tinggi," lanjutnya. Ditambahkannya, selain pendekatan di atas maka perlu juga diperhatkan pola asuh orang tua berupa kepribadian orangtua dan kepribadian keluarga. Lingkungan yang terdiri dari pendidikan sekolah atau teman sebaya, keadaan sosial ekonomi, media dan globalisasi."Dari genetic biologis, perlu diperhatikan temperamen, kehamilan atau kelahiran resiko tinggi dan intelegensi," pungkasnya.
(TA)

Artikel Terkait by Categories



Widget by Uda3's Blog
Bagikan

INILAH.COM

NOKIA

KURS RUPIAH HARI INI

COVER NEWS PAPER

BUKU TAMU


ShoutMix chat widget