Bupati Pelalawan Lepas Kontingen Penas KTNA ke Kaltim
Riauterkini-PANGKALAN KERINCI- Bupati Pelalawan HM Harris melepas kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pelalawan, ke Pekan Nasional (Penas) Senin (13/6/11). Acara pelepasan kelompok tani tersebut dilakukan didepan kantor Bupati Pelalawan, untuk berangkat ke Kutai Negara, Kalimantan Timur pada 18 hingga 24 Juni mendatang.
Rombongan yang berjumlah 15 orang tersebut, merupakan perwakilan dari seluruh kelompak tani dari 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan. Menurut Kepala dinas Pertanian Pelalawan, Atmonadi, kontingen yang ditelah dipilih itu akan berang secara bersamaan pada 16 Juni nanti dan menyusul utusan dari Pemkab menuju tempat pelaksanaan satu hari setelah keberangkatan para petani itu. Penas ke-13 itu menjadi sarana sharing antar kelompok tani yang berprestasi di seluruh kabupaten yang ada di Indonesia.
"Tanggal 14 satu orang akan diberangkatkan lebih dahulu, untuk mempersiapkan stand dan tempat kontingen Pelalawan disana dan rombongan penuh akan menyusul besoknya. Kita targetkan juara satu dalam Penas ini, karena rombongan yang dikirim ini merupakan juara satu ditingkat provinsi Riau," ujar Atmonadi.
Dikatakannya, Pelalawan mengusung dua pertunjukan yang menjadi andalan yakni Rangkaian Bunga dan Mengupas kelapa secara tradisional. Sebab kedua hasil karya tersebut merupakan kebiasaan asli warga Pelalawan yang tidak ditemukan didaerah lain. Sehingga menjadi ciri khas yang unik dan dapat dipertontonkan di kancah nasional.
Sementara itu, Bupati Pelalawan, HM Harris menuntut adanya perubahan sistem pertanian yang dibawa dari helat pertanian tingkat nasional itu. Informasi perkembangan dalam bidang peternakan, pertanian, perikanan dan perkebunan, yang ada didaerah lain harus dicontoh. Khususnya sistem yang sesuai dengan iklim dan struktur tanah di Pelalawan. Agar keberangkatan kontingen memiliki manfaat yang berarti.
"Kontingen hendaknya jangan asal berangkat kesana dan pulang dengan tangan kosong. Tetapi harus ada sistem pertanian yang diambil milik daerah lain dan diterapkan disini. Jadi kabupaten kita dapat memprediksi masalah pangan kedepan bagaimana," kata Harris.***(feb)
Bagikan
Rombongan yang berjumlah 15 orang tersebut, merupakan perwakilan dari seluruh kelompak tani dari 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan. Menurut Kepala dinas Pertanian Pelalawan, Atmonadi, kontingen yang ditelah dipilih itu akan berang secara bersamaan pada 16 Juni nanti dan menyusul utusan dari Pemkab menuju tempat pelaksanaan satu hari setelah keberangkatan para petani itu. Penas ke-13 itu menjadi sarana sharing antar kelompok tani yang berprestasi di seluruh kabupaten yang ada di Indonesia.
"Tanggal 14 satu orang akan diberangkatkan lebih dahulu, untuk mempersiapkan stand dan tempat kontingen Pelalawan disana dan rombongan penuh akan menyusul besoknya. Kita targetkan juara satu dalam Penas ini, karena rombongan yang dikirim ini merupakan juara satu ditingkat provinsi Riau," ujar Atmonadi.
Dikatakannya, Pelalawan mengusung dua pertunjukan yang menjadi andalan yakni Rangkaian Bunga dan Mengupas kelapa secara tradisional. Sebab kedua hasil karya tersebut merupakan kebiasaan asli warga Pelalawan yang tidak ditemukan didaerah lain. Sehingga menjadi ciri khas yang unik dan dapat dipertontonkan di kancah nasional.
Sementara itu, Bupati Pelalawan, HM Harris menuntut adanya perubahan sistem pertanian yang dibawa dari helat pertanian tingkat nasional itu. Informasi perkembangan dalam bidang peternakan, pertanian, perikanan dan perkebunan, yang ada didaerah lain harus dicontoh. Khususnya sistem yang sesuai dengan iklim dan struktur tanah di Pelalawan. Agar keberangkatan kontingen memiliki manfaat yang berarti.
"Kontingen hendaknya jangan asal berangkat kesana dan pulang dengan tangan kosong. Tetapi harus ada sistem pertanian yang diambil milik daerah lain dan diterapkan disini. Jadi kabupaten kita dapat memprediksi masalah pangan kedepan bagaimana," kata Harris.***(feb)

