gravatar

4 PNS Diperiksa Polisi, Pemalsu Teken Setdakab Bengkalis Kuras Rp 8 Miliar

Bengkalis- MR
Diduga untuk kepentingan oknum tertentu, sedikitnya telah terjadi kebocoran anggaran setidaknya senilai Rp 8 miliar untuk melaksanakan perjalanan dinas (SPPD) melalui Surat Perintah Tugas (SPT) yang dikeluarkan pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis. Mirisnya, proses penandatangan SPT yang seharusnya sah melalui tanda tangan Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis diduga kuat adalah asli tapi palsu (aspal).

Informasi yang berhasil dirangkung riauterkini dari berbagai sumber menyebutkan, bahwa pemalsuan tanda tangan Sekda setidaknya ada 232 berkas. Memicu bocornya anggaran dari APBD Bengkalis tahun 2011 sebesar Rp 8 miliar.

Temuan tersebut juga telah dilaksanakannya pemeriksaan yang dilakukan oleh Intelkam Polres Bengkalis. Sampai berita ini diturunkan disebutkan ada 4 orang staf pada Bagian Umum Setdakab Bengkalis yang telah dimintai keterangan.

“Ada sekitar 200 lebih tanda tangan Sekda yang dipalsukan itu untuk perintah tugas dan perjalanan dinas di Bagian Umum, dan uangnya jika dihitung ada sekitar Rp 8 miliar. Dan terakhir ini sudah ada 4 orang yang diperiksa di Intel Polres Bengkalis,” ujar sumber dari Sekretariat Daerah kepada riauterkini belum lama ini di Bengkalis.

Kapolres Bengkalis AKBP Achmad Kartiko melalui Kasat Intel AKP Yudi Palmi DJ, saat dikonfirmasi belum berkeinginan memberikan keterangan secara resmi terkait informasi tersebut. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait dugaan pemalsuan tandatangan yang dilakukan oleh oknum staf yang ada di Bagian Umum Setdakab Bengkalis itu.

“Nanti kita informasikan, saya pun belum melihat hasil pemeriksaannya bagaimana,” ujar AKP Yudi Palmi singkat, sembari menjelaskan dirinya sedang dinas di luar kota.

Temuan adanya tindakan pemalsuan tanda tangan Sekda Bengkalis tersebut juga sudah terdengar oleh Inspektorat Kabupaten Bengkalis. “Ya saya juga sudah dengar ada pemalsuan tanda tangan di Bagian Umum itu. Nilainya memang sangat besar gara-gara tanda tangan di duga palsu itu,” ujar singkat salah seorang petugas Inspektorat saat berbincang dengan riauterkini.

Terpisah Kepala Bagian Umum, Setdakab Bengkalis Herman SSi, saat diklarifikasi adanya temuan tanda tangan aspal mengatasnamakan Sekda tentang perintah tugas atau perjalanan dinas tersebut, dirinya membantah dan tidak mengetahui secara pasti.

Diakui Herman, memang saat ini sedang berkembang isu tidak mengenakkan tersebut. Bahkan sudah sampai ke telinganya ada indikasi terjadinya pemalsuan tanda tangan Sekda, H Asmaran Hasan ditemukan di bagian Setdakab yang tengah dipimpinnya itu.

“Saya sudah dengar juga isu ini, ada pemalsuan tanda tangan Sekda yang ada di Bagian Umum. Tapi saya tidak tahu persis bisa begini. Saya yakin ada yang sengaja ingin memfitnah dan mencari kesalahan saya,” keluhnya. (rtc)

Artikel Terkait by Categories



Widget by Uda3's Blog
Bagikan

INILAH.COM

NOKIA

KURS RUPIAH HARI INI

COVER NEWS PAPER

BUKU TAMU


ShoutMix chat widget