Arwin Hadiri Pelantikan “Melalui Buku”
Jakarta, MR
Jika izin untuk ikut menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Siak terpilih periode 2011-2016, Syamsuar-Alfedri, 19 Juni mendatang tidak kunjung didapatkan, Bupati Siak H Arwin AS SH memastikan tetap hadir di tengah-tengah rakyat Siak dan seluruh tamu undangan.
Bupati Siak dua periode yang kini harus berada di Rutan Mapolda Jakarta Pusat ini, akan hadir melalui sebuah buku berjudul, ‘Aku Untuk Siak. Setapak Langkah Menoreh Sejarah’’. Buku ini disusun Arwin selama lebih kurang 1,5 bulan selama berada di dalam tahanan, dengan bantuan penulis Afni Zulkifli.
Dalam buku setebal 315 halaman ini, Arwin bukan hanya menceritakan tentang pengalaman hidupnya sejak dari kecil hingga menjadi Bupati Siak dua periode, namun juga menitipkan berlembar-lembar surat curahan hati dan pesan kepada seluruh rakyat Siak, setelah dirinya tidak lagi menjadi seorang Bupati.
Perjalanan panjang kehidupan Arwin, hampir lengkap tersaji di setiap halaman buku sederhana ini. Selain menceritakan masa-masa awal pemerintahan, banyak kisah-kisah menarik selama memimpin Siak yang diungkapkan Arwin secara lugas dan dengan bahasa apa adanya.
Misalnya saja, Arwin mengungkapkan pernah menolak saat diusulkan menjadi Sekda Pemkab Siak namun akhirnya mendapat keyakinan setelah mimpi bertemu Sultan Siak ke 12. Arwin juga menceritakan, kisah-kisah masa kecilnya yang penuh kenakalan khas anak-anak. Kehidupan keluarganya yang serba sederhana hingga susahnya mencari pekerjaan setamat dari kuliah.
Karena itu pula, Arwin pernah merasakan menjadi Cleaning Service di kantor Gubernur Riau, sebelum akhirnya lulus seleksi CPNS. Tidak semata bercerita tentang perjuangan demi Siak dan mimpi-mimpinya yang masih belum kesampaian selama menjadi Bupati, dalam buku ini Arwin juga mengungkapkan sisi ketegasan sekaligus keromantisannya sebagai seorang Ayah dan seorang suami.
‘’Saya tetap berusaha untuk bisa hadir saat pelantikan pengganti saya nanti. Namun andai saja tidak bisa, saya cukup hadir melalui buku ini saja. Didalamnya saya titipkan semua yang ingin saya ungkapkan pada rakyat Siak,’’ kata Arwin.
Akan ada 4.000 eksemplar buku yang akan dibagikan secara gratis kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir pada saat pelantikan di DPRD Siak. Buku perdana Arwin ini juga akan dibagikan pada malam acara serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Siak.
Dan bila benar-benar tidak bisa hadir nantinya pada saat pelantikan, Arwin juga menitipkan wadah bagi masyarakat Siak untuk menuliskan pesan dan kesan mereka terhadap 10 tahun masa kepemimpinan Arwin. ‘’Pasti banyak kekurangan dan belum banyak yang bisa saya lakukan untuk rakyat Siak. Dalam buku ini, telah saya ungkapkan semua yang ada di hati saya. Namun bagi yang ingin menyampaikan langsung pada saya, bisa nanti menuliskan apa yang ingin mereka sampaikan. Insyallah akan menjadi kenangan tersendiri bagi saya pribadi,’’ kata Arwin. (Rls Hms/Yanti)
Bagikan
Jika izin untuk ikut menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Siak terpilih periode 2011-2016, Syamsuar-Alfedri, 19 Juni mendatang tidak kunjung didapatkan, Bupati Siak H Arwin AS SH memastikan tetap hadir di tengah-tengah rakyat Siak dan seluruh tamu undangan.
Bupati Siak dua periode yang kini harus berada di Rutan Mapolda Jakarta Pusat ini, akan hadir melalui sebuah buku berjudul, ‘Aku Untuk Siak. Setapak Langkah Menoreh Sejarah’’. Buku ini disusun Arwin selama lebih kurang 1,5 bulan selama berada di dalam tahanan, dengan bantuan penulis Afni Zulkifli.
Dalam buku setebal 315 halaman ini, Arwin bukan hanya menceritakan tentang pengalaman hidupnya sejak dari kecil hingga menjadi Bupati Siak dua periode, namun juga menitipkan berlembar-lembar surat curahan hati dan pesan kepada seluruh rakyat Siak, setelah dirinya tidak lagi menjadi seorang Bupati.
Perjalanan panjang kehidupan Arwin, hampir lengkap tersaji di setiap halaman buku sederhana ini. Selain menceritakan masa-masa awal pemerintahan, banyak kisah-kisah menarik selama memimpin Siak yang diungkapkan Arwin secara lugas dan dengan bahasa apa adanya.
Misalnya saja, Arwin mengungkapkan pernah menolak saat diusulkan menjadi Sekda Pemkab Siak namun akhirnya mendapat keyakinan setelah mimpi bertemu Sultan Siak ke 12. Arwin juga menceritakan, kisah-kisah masa kecilnya yang penuh kenakalan khas anak-anak. Kehidupan keluarganya yang serba sederhana hingga susahnya mencari pekerjaan setamat dari kuliah.
Karena itu pula, Arwin pernah merasakan menjadi Cleaning Service di kantor Gubernur Riau, sebelum akhirnya lulus seleksi CPNS. Tidak semata bercerita tentang perjuangan demi Siak dan mimpi-mimpinya yang masih belum kesampaian selama menjadi Bupati, dalam buku ini Arwin juga mengungkapkan sisi ketegasan sekaligus keromantisannya sebagai seorang Ayah dan seorang suami.
‘’Saya tetap berusaha untuk bisa hadir saat pelantikan pengganti saya nanti. Namun andai saja tidak bisa, saya cukup hadir melalui buku ini saja. Didalamnya saya titipkan semua yang ingin saya ungkapkan pada rakyat Siak,’’ kata Arwin.
Akan ada 4.000 eksemplar buku yang akan dibagikan secara gratis kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir pada saat pelantikan di DPRD Siak. Buku perdana Arwin ini juga akan dibagikan pada malam acara serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Siak.
Dan bila benar-benar tidak bisa hadir nantinya pada saat pelantikan, Arwin juga menitipkan wadah bagi masyarakat Siak untuk menuliskan pesan dan kesan mereka terhadap 10 tahun masa kepemimpinan Arwin. ‘’Pasti banyak kekurangan dan belum banyak yang bisa saya lakukan untuk rakyat Siak. Dalam buku ini, telah saya ungkapkan semua yang ada di hati saya. Namun bagi yang ingin menyampaikan langsung pada saya, bisa nanti menuliskan apa yang ingin mereka sampaikan. Insyallah akan menjadi kenangan tersendiri bagi saya pribadi,’’ kata Arwin. (Rls Hms/Yanti)

