Dewan Bingung Tentukan Sikap, Riau Air Ditutup..?
Pekanbaru, MRDewan mengakui berdilema dalam menentukan sikap terhadap keberadaan PT RA (Riau Air) saat ini terutama menyangkut masalah ditutup atau tetap dipertahankan beroperasi.
Kalau ditutup, sudah banyak tenaga, pikiran bahkan anggaran yang dihabiskan. Sementara kalau dipertahankan, kondisinya sudah "cukup parah", yang memerlukan konsentrasi tinggi dalam menyelamatkan karena terbelit hutang dan belakangan "pelarangan terbang" yang diikuti pengunduran diri beberapa Direksi.
"Kalau dilihat dari lama operasinya dan anggaran yang dihabiskan, kita berpendapat tidak layak lagi untuk dipertahankan. Tapi kita juga ingin bagaimana dana yang sudah dihabiskan untuk kembali apalagi ini menyangkut marwah karena membawa nama daerah. Jadi ingin tetap dipertahankan,".
Jelas Zulkarnain Nurdin, SH, MH Anggota Komisi A, DPRD Riau Kamis (16/6) pada wartawan ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya seputar keberadaan dari salah satu BUMD tersebut.
Lebih jauh dikatakan juga, namun demikian kesemuanya itu tergantung dari Pemerintah Provinsi Riau selaku Pemegang Saham terbesar atau Pemilik. Terutama kalau memang dipertahankan, harus punya "kajian yang dalam" untuk menyakinkan dan analisa ekonomi yang mengatakan bisa untuk berkembang. Kalau hal ini tidak, maka tidak akan ada lagi suntikan dana dan tutup.
"Ini ibarat seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dengan kondisi yang nakal ditambah prestasi yang anjlok. Tentu seorang Bapak mengingatkan apakah mau berubah atau tidak yang diikuti dengan tindakan-tindakan yang mengarah ke yang lebih baik. Tapi kalau tidak, lebih baik dikeluarkan atau berhenti saja sekolah, karena akan buang-buang uang dan waktu," terangnya lagi dengan memberikan perumpamaan kasus.
Untuk itu dikatakan lagi oleh Anggota Dewan dari Fraksi Gabungan ini, dalam menentukan sikap nantinya, Pemproc betul-betul memberikan kajian yang "layak". Jadi perlu kajian yang mendalam dan berimbang mengenai kondisi riil yaang terjadi," katanya lagi dan mengakui lupa berapa anggaran yang telah disedot PT RAL dan menyebutkan untuk 2011 dianggarkan Rp15M. (MR14)

