“Kesadaran Masyarakat Terhadap Kebersihan Masih Rendah”
Meranti, MR
Masyarakat dianjurkan hidup bersih dimulai dari diri sendiri, rumah tangga sampai kelingkungan, bahkan wilayah. Dalam menjaga kebersihan khususnya di wilayah kota selatpanjang kita tidak perlu mencari siapa yang akan dikambing hitam, bahkan bupati kabupaten kepulauan meranti Drs. Irwan Msi pernah menyampaikan beberapa waktu lalu.
“Untuk melihat seseorang itu hidup bersih tidak cukup dari penampilannya,rumah maupun pekarangannya tapi coba kita lihat apa toilet juga bersih!.,untuk mengetahui bersihnya seseorang coba dilihat pada toiletnya, apa bila toilet tidak bersih, walaupun rumah dan pekarangannya bersih tapi apa bila toiletnya tidak bersih maka orang tersebut belum bisa dibilang hidup dalam kategori bersih”ungkap bupati pada saat itu.
Terkait dengan adanya pemberitaan disalah satu media lokal pada edisi 15 tahun II yang berjudul,Dinas Kebersihan Tutup mata “Drainase Jadi Taman Rumput” sehingga apa bila hujan turun sering terjadi banjir, itu memang benar. Namun demikin perlu saya luruskan agar publik yang mengkomsumsi pemberitaan tidak salah mengartikan terkait dengan pemberitaan disalah satu media beberapa waktu lalu,” ungkap kepala Dinas Pasar Pertamanan dan Kebersihan kabupaten kepulauan Meranti Jonizar SH.Msi.saat dikonfirmasikan selasa (14/6) diruangan kerjanya.
Dikatakan Jonizar lagi, disini perlu saya jelaskan wilayah kerja dinas pasar,Pertaman dan kebersihan kabupaten kepulauan Meranti diwilayah kota selatpanjang tahun angaran 2011 yakni, Sebelah selatan sampai kejalan Banglas ujung tepatnya jalan mahmud, Sebelah barat Jalan Imam Bonjol,Untuk sebelah Timur Jalan Pembagunan III, sedang sebelah utara jalan Tebing Tinggi sampai jalan Ahmat yani.
Jadi itulah wilayah kerja dispas tahun anggaran 2011 ini, Sedang jalan Utama seperti yang diberitakan oleh salah satu media tersebut itu sebenar diluar wilayah kerjanya kita,soal penangan permasahan kebersihan dan sampah tidak menjadi tanggung jawab pemerintah.
Namun sebelumnya perlu kerjasama dan peran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masing masing,Merubah Prilaku masyarakat agar dapat membuang sampah di tempat penampungan Sementara (TPS)yang telah disediakan oleh petugas kebersihan dikabupaten kepulauan Meranti. Namun demikian kritik dan saran dari masyarakat tersebut tetap kita terima sebagai masukan untuk kita berbenah diri.” ungkapnya.
Jonizar juga Menjelaskan jumlah personel petugas kebersihan lapangan tahun anggaran 2011 Dinas Pasar, Pertamanan dan kebersihan kabupaten kepulauan meranti hanya Memiliki 160 orang Pekerja Harian Lepas (PHL) terdiri dari beberapa bidang tugas yakni, Petugas Kebersihan lapangan, Kebersihan Taman, Petugas Pembersiha selokan, Petugas pengangkut sampah serta Petugas Pembabat Rumput dan secara keseluruhan kita masih kekurangan tenaga,” ujarnya.
Ditambahkannya lagi, Untuk anggaran tahun 2012 kita dari Dinas pasar,petamanan dan Kebersihan kabupaten rencananya akan memperluas wilayah kerjanya,untuk sebelah barat rencana akan diperluas sampai kejalan alahair,sebelah timur sampai kejalan utama dan jalan dorak ujung,sedang sebelah selatan dan utara tetap seperti biasanya,” ujarnya.
Dengan dipeluasnya wilayah kerja kita pada tahun 2012 tentunya perlu didukung dengan penambahan jumlah personel Pekerja Harian Lepas (PHL),untuk itu kita juga telah mengajukan penambahan untuk Pekerja Harian Lepas (PHL)sebanyak 40 orang.
Selain itu juga dibutuhkan penambahan peralatan dan armada.”terang Jonizar. Jelasnya lagi, terkait dengan penimbunan sampah dijalan nelayan seperti yang diberitakan tersebut,itu bertujuan untuk melakukan penimbunan karena turap ditempat tersebut sudah mau ambruk jadi kita tibun agar turap itu bisa bertahan,dan sampah yang kita tibun ditempat tersebut adalah sampah yang larut dengan tanah artinya bisa meninggikan tanah ditempat itu,sedangkan sampah jenis lain seperti plastik kaleng dan sebagai itu tetap kita buang di TPA’yang sudah ditentu seperti gogok”terang jonizar.
Ditempat terpisah Koordinator Forum Peduli Masyarakat Meranti Zaini M terkait dengan Pemberitaan disalah satu Media tentang kebersihan diwilayah selatpanjang membenarkan bahwa kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup bersih masih rendah khususnya masyarakat diKecamatan Tebing Tinggi ini,Namun demikiaan seharusnya kita tidak perlu mengambing hitamkan /mencari salahnya orang lain termasuk dinas kebesihan di kabupaten kepulauan Meranti Karena Menciptakan Kebesihan dikota selatpanjang ini mustinya ditanamkan dan tumbuh kesadaran betapa pentingnya hidup bersih dari diri kita masing masing,selain itu kita juga harus mengetahu batas wilayah kerja dinas terkait,misal seperti jalan utama seperti yang di tulis disalah satu media itu sepengetahuan saya itu diluar batas wilayah kerjanya dinas kebersihan kaupaten kepulauan Meranti, ujarnya.
Namun demikian,pada dasar pemberiaan itu tujuan sangat baik hanya saja tidak ada melakukan cek atau konfermasi terlibih dahulu sehingga ada terkesan ada unsur memojokan pihak dinas,”terang Zaini. “Harapnya” saya sangat berharap kepada seluruh eleman masyarakat khususnya di Kecamatan Tebinggi Tinggi untuk bersama menciptakan dan mewujudkan selatpanjang bersih bebas sampah.
Untuk mewujudkan selatpanjang bersih/bebas sampah tentunya harus di mulai dari diri sendiri,karena untuk mewujud selatpanjang bersih itu tidak akan mampu kalau hanya kita tekan hanya kepada dinas kebesrsihan saja,jika tidak didukung dengan kesadaran masyarakat pentingtingnya hidup bersih,dan saya juga berharap agar kebersihan dapat diperdakan kalau memang belum,kalau memang sudah sosialisasikanlah secepatnya kepada masyarakat,” ungkapnya.
Zaini juga mengatakan sangat ironis jika Drainase/selokan dihadapan pekarangan rumah kita yang jelas diluar wilayah kerja dinas terkait,harus menunggu dinas untuk membersihkannya, mumpung kalau dihadapan halaman kita itu termasuk dalam wilayah kerja dinas terkait ,jika tidak, maka kita sendirilah yang akan menanggung dampaknya,misalnya bau busuk, banjir karena air tidak mengalir sementara itu bukan wilayah kerjanya dinas kebersihan,dampaknya kita sendiri yang akan menerimanya.” jelasnya. Ditambahkanya lagi,berapa banyakpun petugas kebesihan yang ditugas untuk kebersihan selatpanjang ini tampa didukung dengan kesadaran masyarakat, semua ini tidak akan berarti apa apa. Sore dibersikan, malamnya/paginya masyarakat buang lagi sampah tidak pada tempatnya, Membuang dengan sesuka hati tampa memperdulikan dampak dan akibatnya sehingga menganggu kenyaman orang lain,pagi selokan dibersihkan Siang, Sore maupun malamnya,masyarakat kebamli membuang sampah dan sebagainya di selokan tesebut, kemudian mengluh karena banjir, air tidak mengalir. Seharusnya, kita sadar siapa sih yang menjadi penyebabnya air itu tidak jalan/mengalir,Papar zaini.(Sw/def/zul)
Bagikan
Masyarakat dianjurkan hidup bersih dimulai dari diri sendiri, rumah tangga sampai kelingkungan, bahkan wilayah. Dalam menjaga kebersihan khususnya di wilayah kota selatpanjang kita tidak perlu mencari siapa yang akan dikambing hitam, bahkan bupati kabupaten kepulauan meranti Drs. Irwan Msi pernah menyampaikan beberapa waktu lalu.
“Untuk melihat seseorang itu hidup bersih tidak cukup dari penampilannya,rumah maupun pekarangannya tapi coba kita lihat apa toilet juga bersih!.,untuk mengetahui bersihnya seseorang coba dilihat pada toiletnya, apa bila toilet tidak bersih, walaupun rumah dan pekarangannya bersih tapi apa bila toiletnya tidak bersih maka orang tersebut belum bisa dibilang hidup dalam kategori bersih”ungkap bupati pada saat itu.
Terkait dengan adanya pemberitaan disalah satu media lokal pada edisi 15 tahun II yang berjudul,Dinas Kebersihan Tutup mata “Drainase Jadi Taman Rumput” sehingga apa bila hujan turun sering terjadi banjir, itu memang benar. Namun demikin perlu saya luruskan agar publik yang mengkomsumsi pemberitaan tidak salah mengartikan terkait dengan pemberitaan disalah satu media beberapa waktu lalu,” ungkap kepala Dinas Pasar Pertamanan dan Kebersihan kabupaten kepulauan Meranti Jonizar SH.Msi.saat dikonfirmasikan selasa (14/6) diruangan kerjanya.
Dikatakan Jonizar lagi, disini perlu saya jelaskan wilayah kerja dinas pasar,Pertaman dan kebersihan kabupaten kepulauan Meranti diwilayah kota selatpanjang tahun angaran 2011 yakni, Sebelah selatan sampai kejalan Banglas ujung tepatnya jalan mahmud, Sebelah barat Jalan Imam Bonjol,Untuk sebelah Timur Jalan Pembagunan III, sedang sebelah utara jalan Tebing Tinggi sampai jalan Ahmat yani.
Jadi itulah wilayah kerja dispas tahun anggaran 2011 ini, Sedang jalan Utama seperti yang diberitakan oleh salah satu media tersebut itu sebenar diluar wilayah kerjanya kita,soal penangan permasahan kebersihan dan sampah tidak menjadi tanggung jawab pemerintah.
Namun sebelumnya perlu kerjasama dan peran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masing masing,Merubah Prilaku masyarakat agar dapat membuang sampah di tempat penampungan Sementara (TPS)yang telah disediakan oleh petugas kebersihan dikabupaten kepulauan Meranti. Namun demikian kritik dan saran dari masyarakat tersebut tetap kita terima sebagai masukan untuk kita berbenah diri.” ungkapnya.
Jonizar juga Menjelaskan jumlah personel petugas kebersihan lapangan tahun anggaran 2011 Dinas Pasar, Pertamanan dan kebersihan kabupaten kepulauan meranti hanya Memiliki 160 orang Pekerja Harian Lepas (PHL) terdiri dari beberapa bidang tugas yakni, Petugas Kebersihan lapangan, Kebersihan Taman, Petugas Pembersiha selokan, Petugas pengangkut sampah serta Petugas Pembabat Rumput dan secara keseluruhan kita masih kekurangan tenaga,” ujarnya.
Ditambahkannya lagi, Untuk anggaran tahun 2012 kita dari Dinas pasar,petamanan dan Kebersihan kabupaten rencananya akan memperluas wilayah kerjanya,untuk sebelah barat rencana akan diperluas sampai kejalan alahair,sebelah timur sampai kejalan utama dan jalan dorak ujung,sedang sebelah selatan dan utara tetap seperti biasanya,” ujarnya.
Dengan dipeluasnya wilayah kerja kita pada tahun 2012 tentunya perlu didukung dengan penambahan jumlah personel Pekerja Harian Lepas (PHL),untuk itu kita juga telah mengajukan penambahan untuk Pekerja Harian Lepas (PHL)sebanyak 40 orang.
Selain itu juga dibutuhkan penambahan peralatan dan armada.”terang Jonizar. Jelasnya lagi, terkait dengan penimbunan sampah dijalan nelayan seperti yang diberitakan tersebut,itu bertujuan untuk melakukan penimbunan karena turap ditempat tersebut sudah mau ambruk jadi kita tibun agar turap itu bisa bertahan,dan sampah yang kita tibun ditempat tersebut adalah sampah yang larut dengan tanah artinya bisa meninggikan tanah ditempat itu,sedangkan sampah jenis lain seperti plastik kaleng dan sebagai itu tetap kita buang di TPA’yang sudah ditentu seperti gogok”terang jonizar.
Ditempat terpisah Koordinator Forum Peduli Masyarakat Meranti Zaini M terkait dengan Pemberitaan disalah satu Media tentang kebersihan diwilayah selatpanjang membenarkan bahwa kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup bersih masih rendah khususnya masyarakat diKecamatan Tebing Tinggi ini,Namun demikiaan seharusnya kita tidak perlu mengambing hitamkan /mencari salahnya orang lain termasuk dinas kebesihan di kabupaten kepulauan Meranti Karena Menciptakan Kebesihan dikota selatpanjang ini mustinya ditanamkan dan tumbuh kesadaran betapa pentingnya hidup bersih dari diri kita masing masing,selain itu kita juga harus mengetahu batas wilayah kerja dinas terkait,misal seperti jalan utama seperti yang di tulis disalah satu media itu sepengetahuan saya itu diluar batas wilayah kerjanya dinas kebersihan kaupaten kepulauan Meranti, ujarnya.
Namun demikian,pada dasar pemberiaan itu tujuan sangat baik hanya saja tidak ada melakukan cek atau konfermasi terlibih dahulu sehingga ada terkesan ada unsur memojokan pihak dinas,”terang Zaini. “Harapnya” saya sangat berharap kepada seluruh eleman masyarakat khususnya di Kecamatan Tebinggi Tinggi untuk bersama menciptakan dan mewujudkan selatpanjang bersih bebas sampah.
Untuk mewujudkan selatpanjang bersih/bebas sampah tentunya harus di mulai dari diri sendiri,karena untuk mewujud selatpanjang bersih itu tidak akan mampu kalau hanya kita tekan hanya kepada dinas kebesrsihan saja,jika tidak didukung dengan kesadaran masyarakat pentingtingnya hidup bersih,dan saya juga berharap agar kebersihan dapat diperdakan kalau memang belum,kalau memang sudah sosialisasikanlah secepatnya kepada masyarakat,” ungkapnya.
Zaini juga mengatakan sangat ironis jika Drainase/selokan dihadapan pekarangan rumah kita yang jelas diluar wilayah kerja dinas terkait,harus menunggu dinas untuk membersihkannya, mumpung kalau dihadapan halaman kita itu termasuk dalam wilayah kerja dinas terkait ,jika tidak, maka kita sendirilah yang akan menanggung dampaknya,misalnya bau busuk, banjir karena air tidak mengalir sementara itu bukan wilayah kerjanya dinas kebersihan,dampaknya kita sendiri yang akan menerimanya.” jelasnya. Ditambahkanya lagi,berapa banyakpun petugas kebesihan yang ditugas untuk kebersihan selatpanjang ini tampa didukung dengan kesadaran masyarakat, semua ini tidak akan berarti apa apa. Sore dibersikan, malamnya/paginya masyarakat buang lagi sampah tidak pada tempatnya, Membuang dengan sesuka hati tampa memperdulikan dampak dan akibatnya sehingga menganggu kenyaman orang lain,pagi selokan dibersihkan Siang, Sore maupun malamnya,masyarakat kebamli membuang sampah dan sebagainya di selokan tesebut, kemudian mengluh karena banjir, air tidak mengalir. Seharusnya, kita sadar siapa sih yang menjadi penyebabnya air itu tidak jalan/mengalir,Papar zaini.(Sw/def/zul)

