Kondisi Warga Kepenuhan Keracunan Makanan Sudah Membaik
Kepenuhan, MR
Hingga saat ini kondisi para warga Kepenuhan yang menjadi korban keracunan makanan, sudah mulai membaik. Dari 215 orang warga desa Rantau Binuang Sakti, kecamatan kepenuhan, kabupaten Rokan Hulu, yang diduga keracunan makanan setelah mengkonsumsi mie goring instan, sekira 107 orang sudah dibolehkan pulang ke rumah masing-masing, untuk dirawat keluarga. 67 orang masih dirawat di Puskesmas Kepenuhan, 2 diantaranya akan segera di rujuk ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Rohul, karena kondisinya agak memburuk, dan 41 orang masih dirawat intensif di RSUD Rohul.
Demikian Informasi yang dihimpun Media Riau dari Kades Rantau Binuang Sakti, Aladdin, melalui telepon selularnya, senin (13/6). Lebih jauh dijelaskannya, kiranya pihak pemkab Rokan Hulu dapat segera memberikan bantuan kepada para keluarga korban, yang sudah mengalami lumpuh total dari segi ekonomi.
Sejauh ini pihak dinas kesehatan kabupaten rokan hulu dan dinas kesehatan propinsi riau sudah turun ke tempat kejadian peristiwa (TKP), dan saat ini masih mengumpulkan sample makanan berupa sisa makanan mie goreng instan tsb. Selain itu, camat kepenuhan, anggota DPRD Rohul diantaranya Ismail,S.Ag,M.Si, juga sudah turun ke TKP ungkap Kades.
Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, kasus tsb berawal pada ahad (12/1), ketika itu pihak sekolah PDTA Al Khiran desa rantau binuang sakti, mengadakan acara perpisahan, yang dimulai dari pagi hingga pukul 12.30. Satu jam kemudian setelah mengkonsumsi makanan mie goreng instant yang dijadikan konsumsi pada acara tsb, atau sekira pukul 13.00 WIB, para warga mengalami mual, pusing dan muntah-muntah, yang kemudian dilarikan ke puskesmas dan sebagian ke RSUD Rohul.
Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, SIK,M.Si, yang dikonfirmasi melalui ponselnya seputar kasus tsb, kepada media riau menjelaskan, pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP, dengan mengumpulkan sisa2 makanan untuk dilakukan sebagai sample dan selanjutnya akan dikirim ke Laboratorium, untuk mengetahui secara medis, apakah keracunan tsb dari makanan, atau dari yang lain. Selain itu juga kepada para korban sudah dilakukan identifikasi, sekaligus minta keterangan saksi-saksi, seperti panitia, wali murid, namun sifatnya masih sebatas wawancara ungkap Kapolres.
(Maruba)
Bagikan
Hingga saat ini kondisi para warga Kepenuhan yang menjadi korban keracunan makanan, sudah mulai membaik. Dari 215 orang warga desa Rantau Binuang Sakti, kecamatan kepenuhan, kabupaten Rokan Hulu, yang diduga keracunan makanan setelah mengkonsumsi mie goring instan, sekira 107 orang sudah dibolehkan pulang ke rumah masing-masing, untuk dirawat keluarga. 67 orang masih dirawat di Puskesmas Kepenuhan, 2 diantaranya akan segera di rujuk ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Rohul, karena kondisinya agak memburuk, dan 41 orang masih dirawat intensif di RSUD Rohul.
Demikian Informasi yang dihimpun Media Riau dari Kades Rantau Binuang Sakti, Aladdin, melalui telepon selularnya, senin (13/6). Lebih jauh dijelaskannya, kiranya pihak pemkab Rokan Hulu dapat segera memberikan bantuan kepada para keluarga korban, yang sudah mengalami lumpuh total dari segi ekonomi.
Sejauh ini pihak dinas kesehatan kabupaten rokan hulu dan dinas kesehatan propinsi riau sudah turun ke tempat kejadian peristiwa (TKP), dan saat ini masih mengumpulkan sample makanan berupa sisa makanan mie goreng instan tsb. Selain itu, camat kepenuhan, anggota DPRD Rohul diantaranya Ismail,S.Ag,M.Si, juga sudah turun ke TKP ungkap Kades.
Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, kasus tsb berawal pada ahad (12/1), ketika itu pihak sekolah PDTA Al Khiran desa rantau binuang sakti, mengadakan acara perpisahan, yang dimulai dari pagi hingga pukul 12.30. Satu jam kemudian setelah mengkonsumsi makanan mie goreng instant yang dijadikan konsumsi pada acara tsb, atau sekira pukul 13.00 WIB, para warga mengalami mual, pusing dan muntah-muntah, yang kemudian dilarikan ke puskesmas dan sebagian ke RSUD Rohul.
Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, SIK,M.Si, yang dikonfirmasi melalui ponselnya seputar kasus tsb, kepada media riau menjelaskan, pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP, dengan mengumpulkan sisa2 makanan untuk dilakukan sebagai sample dan selanjutnya akan dikirim ke Laboratorium, untuk mengetahui secara medis, apakah keracunan tsb dari makanan, atau dari yang lain. Selain itu juga kepada para korban sudah dilakukan identifikasi, sekaligus minta keterangan saksi-saksi, seperti panitia, wali murid, namun sifatnya masih sebatas wawancara ungkap Kapolres.
(Maruba)

