Pekanbaru Kekurangan Ratusan Guru Sekolah
Pekanbaru,MR
Masalah yang saat ini belum dapat di pecahkan dan di hadapi ibu kota Provinsi Riau (Pekanbaru) dalam dunia pendidikan saat ini adalah sejumlah sekolah di kota Pekanbaru masih kekurangan tenaga pengajar untuk mata pelajaran tertentu.
Kekurangan tersebut tidak hanya dari tingkatan Sekolah Dasar (SD) namun juga terjadi sampai ditingkatan Sekolah Menengah Umum (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Drs H Yuzamri Yakub saat di konfirmasi terkait Permasalahanini mengatakan.
“kekurangan tenaga pengajar tersebut disebabkan tahun 2010 lalu banyak sekali guru-guru yang memasuki masa pensiun. Rata-rata guru di kota Pekanbaru banyak yang memasuki usia 55-60 tahun, usia tersebut yang membuat guru pensiun dan tidak bertugas kembali, sehingga menimbulkan kekosongan-kekosongan dan ada juga guru yang pindah seperti mengikut suaminya bertugas keluar kota lalu juga mengambil pensiun dini" terangnya
Yuzamri juga menjelaskan kekosongan tersebut terjadi mulai dari tingkatan Sekolah Dasar sampai kejenjang sekolah menengah Umum dan Sekolah kejuruan dengan berdasarkan hitungan dinas pendikan saatini.
"Di guru sekolah dasar untuk kelas kurang lebih 209 orang, Guru agama 4 orang dan pendidikan jasmani 61 orang total 274 guru. untuk tingkat SMP guru agama islam 3 orang guru agama Budha 3 orang, bahasa inggris 6 orang, guru seni 7 orang, teknologi informatika 31 orang, guru penjaskes 19 orang guru Bp 19 orang, totalnya 88 orang guru .Dan untuk SMA guru BK 18 orang,Guru Ti 9 orang, guru penjas 9 orang, guru tatanegara 4 orang, guru seni 4 orang, untuk Total sma 79 smk 77 orang," ungkap kepala dinas.
Permasalahan tersebut, lanjut Yuzamri telah dilaporkan kepada wali kota Pekanbaru. Dan untuk kembali merekrut guru yang baru kita juga melihat faktor jatah keuangan Negara.
"Saya rasa bukan pekanbaru saja, namun indonesia sepertinya juga mengalami Persoalan yang sama dalam kekurangan guru pengajar," ucapnya
Ada pun faktor lain yang membuat kota Pekanbaru kekuarangan guru, tiap tahunnya adanya penambahan kelas di tiap sekolah.
"ini juga salah satu faktor namun Kita masi bisa mengatasi dengan guru-guru honor yang kita manfaatkan dengan uang komite. Namun dengan pemakaian uang komitepun sering terjadi persoalan. Dan semoga saja dengan penerimaan PNS nantinya yang akan berlangsung, tenaga pengajar nantinya banyak yang di periroritaskan" ujarnya
Sementara itu Wakil Ketua komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi permasalahan pendidikan, Ade Hartati, Mengatakan permasalahan kekurangan guru hendaknya dapat teratasi secepatnya jangan sampai masalah ini berlarut-larut dan mempengaruhi dunia pendidikan di kota Pekanbaru.
"Guru merupakan tembok utama dalam memajukan suatu Bangsa, hendaknya kita lebih mengutamakan para pengajarini dalam dalam tes CPNS mendatang, sangat sayang sekali Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi namun justru lemah di dalam bidang pendidikan, terutama sekali ya soal keberadaan guru didaerahnya," tandasnya.(MR24).
Bagikan
Masalah yang saat ini belum dapat di pecahkan dan di hadapi ibu kota Provinsi Riau (Pekanbaru) dalam dunia pendidikan saat ini adalah sejumlah sekolah di kota Pekanbaru masih kekurangan tenaga pengajar untuk mata pelajaran tertentu.
Kekurangan tersebut tidak hanya dari tingkatan Sekolah Dasar (SD) namun juga terjadi sampai ditingkatan Sekolah Menengah Umum (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Drs H Yuzamri Yakub saat di konfirmasi terkait Permasalahanini mengatakan.
“kekurangan tenaga pengajar tersebut disebabkan tahun 2010 lalu banyak sekali guru-guru yang memasuki masa pensiun. Rata-rata guru di kota Pekanbaru banyak yang memasuki usia 55-60 tahun, usia tersebut yang membuat guru pensiun dan tidak bertugas kembali, sehingga menimbulkan kekosongan-kekosongan dan ada juga guru yang pindah seperti mengikut suaminya bertugas keluar kota lalu juga mengambil pensiun dini" terangnya
Yuzamri juga menjelaskan kekosongan tersebut terjadi mulai dari tingkatan Sekolah Dasar sampai kejenjang sekolah menengah Umum dan Sekolah kejuruan dengan berdasarkan hitungan dinas pendikan saatini.
"Di guru sekolah dasar untuk kelas kurang lebih 209 orang, Guru agama 4 orang dan pendidikan jasmani 61 orang total 274 guru. untuk tingkat SMP guru agama islam 3 orang guru agama Budha 3 orang, bahasa inggris 6 orang, guru seni 7 orang, teknologi informatika 31 orang, guru penjaskes 19 orang guru Bp 19 orang, totalnya 88 orang guru .Dan untuk SMA guru BK 18 orang,Guru Ti 9 orang, guru penjas 9 orang, guru tatanegara 4 orang, guru seni 4 orang, untuk Total sma 79 smk 77 orang," ungkap kepala dinas.
Permasalahan tersebut, lanjut Yuzamri telah dilaporkan kepada wali kota Pekanbaru. Dan untuk kembali merekrut guru yang baru kita juga melihat faktor jatah keuangan Negara.
"Saya rasa bukan pekanbaru saja, namun indonesia sepertinya juga mengalami Persoalan yang sama dalam kekurangan guru pengajar," ucapnya
Ada pun faktor lain yang membuat kota Pekanbaru kekuarangan guru, tiap tahunnya adanya penambahan kelas di tiap sekolah.
"ini juga salah satu faktor namun Kita masi bisa mengatasi dengan guru-guru honor yang kita manfaatkan dengan uang komite. Namun dengan pemakaian uang komitepun sering terjadi persoalan. Dan semoga saja dengan penerimaan PNS nantinya yang akan berlangsung, tenaga pengajar nantinya banyak yang di periroritaskan" ujarnya
Sementara itu Wakil Ketua komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi permasalahan pendidikan, Ade Hartati, Mengatakan permasalahan kekurangan guru hendaknya dapat teratasi secepatnya jangan sampai masalah ini berlarut-larut dan mempengaruhi dunia pendidikan di kota Pekanbaru.
"Guru merupakan tembok utama dalam memajukan suatu Bangsa, hendaknya kita lebih mengutamakan para pengajarini dalam dalam tes CPNS mendatang, sangat sayang sekali Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi namun justru lemah di dalam bidang pendidikan, terutama sekali ya soal keberadaan guru didaerahnya," tandasnya.(MR24).

