gravatar

Pihak RSUD Masih Sepelekan Masyarakat Kecil

BAGANSIAPIAPI,MR
Masyarakat banyak mengeluh terhadap kinerja RSUD Dr. Pratomo Bagansiapiapi, pasalnya mereka yang ingin berobat masih harus menunggu berlama-lama sementara pertolongan utama harus segera didapatkan, hal ini dikatakan oleh salah satu warga sebut saja PR (28) di Bagansiapiapi (11/06), ia mengalami penyakit dalam namun saat-saat ingin berobat kerap kali dokter spesialis penyakit dalam dikatakan tidak masuk atau Absen, ujar Perawat atau petugas RSUD, namun ketika informasi yang didapat ada pula apabila orang tertentu yang ingin berobat, kata dia.
Katanya, dokter spesialis tersebut jarang masuk bahkan paling sering apa bila hari minggu, kalau kiranya ada yang membutuhkan tenaga doter spsialis pada hari minggu mungkin-mungkin tidak akan mendapatkan, ujarnya.
Senada dengan apa yang dijelaskan diatas Ketua Forum Generasi Anak Rohil Zulkarnaen Alis Ijul juga membenarkan hal tersebut, sehingga ia meminta kepada Bupati Rohil H.Annas sebagai bupati pilihan masyarakat hendaklah memperhatikan nasib masyarakat jagan sampaikan hal seperti ini kerap kali terulang bagaiman nasib masyarat yang sangat membutuhkan pertolongan dokter tersebut, kata ijul.
''kami sebagai masyarakat sangat berharap agar bupati dapat memberikan tegoran kepada pelaku tersebut, kalau perlu pindahkan sesuai dengan perkataan bupati beberapa waktu lalu bahwasanya hendak memindahkan oknum tersebut apabila masih tidak disiplin cara kerjanya'' ujar ijul menjelaskan perkataan bupati dalam perbincangan ringannya.
''Kalau begini caranya prilaku dan tingakah lebih baik kitka pindahkan saja, sikit- sikit bagan batu sikit bagan batu, Sedangakan mereka itu sudah kita bayar'' ujar bupati, kata dia.
Jelas ijul lagi, rupanya Kinerja RSUD Dr.Pratomo Bagansiapiapi sudah di Soroti oleh Bupati Rohil H.Annas permaslahan nya sudah begitu banyak keluhan yang sampai kepadanya, tidak persoalan dokter spesialis saja tapi banyak juga yang lainnya seperti soal kebersihan dan obat-obatan.
''kembali kemasyarakat, seandainya pak bupati tidak memperhatikan keluhan masyarakat tentunya besar kekecewaan masyarakat, apalagi telah mempercayakan H.Annas sebagai bupati dan memilih'', akhirnya
(Usman)

Artikel Terkait by Categories



Widget by Uda3's Blog
Bagikan
gravatar

kepada Pemerintah yang terhormat, nama saya sapri. sebagai masyarakat Rokan Hilir, Pribumi dari desa Teluk Mega Kecamatan Tanah Putih, Mohon dengan kesediaannya untuk meninjau ke desa kami, karena adanya sebuah perusahaan Kelapa Sawit (Sawit Riau Makmur) yang telah mencemarkan lingkungan desa kami. baik udara yang dicemari asap, akses jalanan yang rusak parah dan berdebu, hingga sungai Rokan yang dicemari limbah PKS tersebut. ironinya lagi, tidak ada usaha khusus dari perusahaan tersebut untuk menanggulkangi permasalahan tersebut. ini sudah jelas melanggar UU no. 32 tahun 2009, tentang pencemaran lingkungan. perusahaan tersebut juga sama sekali tidak memikirkan apa jadinya jika itu tidak ditanggulangi, tidak menutup kemungkinan masyarakat Teluk Mega mudah terjangkit penyakit karena kesehatan mereka yang tidak stabil. yang sangat disayangkan, keuntungan dari perusahaan tersebut sama sekali tidak dirasakan desa kami, padahal seharusnya ada persentase untuk desa Teluk Mega atau disebut Community Development Responsibility (CDR) sebagai penunjang untuk pembangunan desa teluk mega. tidak sampai disitu, warga desa Teluk Mega pun mesti menelan rasa pahit karena lapangan kerja selalu di cut oleh pengurus perusahaan tersebut. para pekerja di perusahaan itu lebih dominan orang non pribumi. meskipun pribumi teluk mega ada yang bekerja diperusahaan itu , tidak lain hanyalah menjadi buruh yang gajinya hanya lebih kurang Rp. 25.000 perhari, sedangkan orang pendatang mendapatkan posisi yang strategis dan memiliki gaji yang besar. dari itu, mohon kepada media, pemerintah provinsi riau, pemerintah kabupaten rokan hilir, WALHI, dan yang lainnya untuk memberikan perhatian kepada desa kami, karena semenjak perusahaan Sawit Riau makmur berdiri lebih kurang sudah 12 tahun, selama itu pula kami ditindas. betapa sedihnya melihat bayi kecil yang menghirup udara yang tercemar asap dan bau limbah, betapa pilunya melihat pria remaja tamat SLTA ingin bekerja diperusahaan itu malah hanya mendapatkan posisi sebagai buruh. betapa biadapnya sumber air minum dan sumber mata pencarian nelayan diracuni dengan limbah yang beracun. mohon dengan sangat, berikanlah perhatian kepada desa kami.

INILAH.COM

NOKIA

KURS RUPIAH HARI INI

COVER NEWS PAPER

BUKU TAMU


ShoutMix chat widget