RSUD Meranti Gandeng FK-UGM Tingkatkan Pelayanan
Selatpanjang – MR
Untuk meningkatkan jumlah tenaga medis, pihak RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini sedang menjajaki proses kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK-UGM) Yokyakarta. Kerjasama itu merupakan tindak-lanjut dari MoU Pemkab dengan UGM pada bulan Mei 2011 lalu.
Dr H Misri Hasanto Direktur RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti, Saat ditemui diruang kerjanya kepada media riau Rabu (15/6) mengatakan, saat ini kita dari RSUD meranti sedang merancang rincian draft tentang kerjasama dengan fakultas kedokteran universitas gajahmada (FK-UGM) jogjakarta,Dalam kesepakatan kerja sama itu akan mencakup berbagai bidang seperti kerjasama dibidang sarana Pendidikan Medis, nantinya kita akan memfasilitasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM guna melakukan praktek profesi di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti, sementara itu RSUD akan mendapatkan keuntungan ilmu dari para tenaga medis yang melakukan praktik maupun mendapat dukungan tambahan tenaga medis dari mereka,Untuk meningkatkan mutu dan kualitas serta volume pelayanan terhadap pasien (masyarakat) Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dikatakan Misri,Selanjutnya juga akan dikembangkan untuk program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), dimana Dokter Chief Senior yang sedang mengambil program spesialis tersebut, kedepannya dapat melakukan pengabdian di Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Sedangkan untuk dokter umum, kita akan kembangkan program magang dokter sesuai dengan program Kementerian Kesehatan RI, dimana setiap dokter yang baru tamat kuliah wajib melakukan magang kerja selama satu tahun penuh di rumah sakit yang ditunjuk,” ujarnya.
Upaya-upaya lain yang sedang dikembangkan saat ini untuk mendapatkan dokter spesialis, lanjut dr Misri, adalah dengan melakukan kontrak langsung dengan dokter yang bersangkutan. Dimana saat ini RSUD Kepulauan Meranti telah mempunyai dua orang dokter spesialis kontrak, yaitu dokter spesialis anak dan dokter spesialis bedah.
“Program lain adalah dengan meminta bantuan kepada Kementerian Kesehatan RI untuk menempatkan sebanyak 15 dokter spesialis dasar dan dokter spesialis penunjang. Sehingga pada tahun 2015 akan datang, RSUD Kepulauan Meranti telah mendapat kelas B pendidikan. Hal ini seiring dengan didirikannya Universitas Kepulauan Meranti oleh Yayasan Meranti Bangkit, karena salah satu Fakultas pada Universitas tersebut adalah Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, yang digagas oleh Prof Dr Yohannas Oemar,” sebut Misri.
Ditambahkannya, program pengadaan dokter spesialis secara permanen, dilakukan dengan cara pemberian beasiswa kepada dokter umum yang berprestasi untuk mengambil program spesialis, dimana dapat dibiayai melalui APBD Kabupaten Kepulauan Meranti dan APBN di Kemenkes RI.
(defriyanto)
Bagikan
Untuk meningkatkan jumlah tenaga medis, pihak RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini sedang menjajaki proses kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK-UGM) Yokyakarta. Kerjasama itu merupakan tindak-lanjut dari MoU Pemkab dengan UGM pada bulan Mei 2011 lalu.
Dr H Misri Hasanto Direktur RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti, Saat ditemui diruang kerjanya kepada media riau Rabu (15/6) mengatakan, saat ini kita dari RSUD meranti sedang merancang rincian draft tentang kerjasama dengan fakultas kedokteran universitas gajahmada (FK-UGM) jogjakarta,Dalam kesepakatan kerja sama itu akan mencakup berbagai bidang seperti kerjasama dibidang sarana Pendidikan Medis, nantinya kita akan memfasilitasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM guna melakukan praktek profesi di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti, sementara itu RSUD akan mendapatkan keuntungan ilmu dari para tenaga medis yang melakukan praktik maupun mendapat dukungan tambahan tenaga medis dari mereka,Untuk meningkatkan mutu dan kualitas serta volume pelayanan terhadap pasien (masyarakat) Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dikatakan Misri,Selanjutnya juga akan dikembangkan untuk program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), dimana Dokter Chief Senior yang sedang mengambil program spesialis tersebut, kedepannya dapat melakukan pengabdian di Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Sedangkan untuk dokter umum, kita akan kembangkan program magang dokter sesuai dengan program Kementerian Kesehatan RI, dimana setiap dokter yang baru tamat kuliah wajib melakukan magang kerja selama satu tahun penuh di rumah sakit yang ditunjuk,” ujarnya.
Upaya-upaya lain yang sedang dikembangkan saat ini untuk mendapatkan dokter spesialis, lanjut dr Misri, adalah dengan melakukan kontrak langsung dengan dokter yang bersangkutan. Dimana saat ini RSUD Kepulauan Meranti telah mempunyai dua orang dokter spesialis kontrak, yaitu dokter spesialis anak dan dokter spesialis bedah.
“Program lain adalah dengan meminta bantuan kepada Kementerian Kesehatan RI untuk menempatkan sebanyak 15 dokter spesialis dasar dan dokter spesialis penunjang. Sehingga pada tahun 2015 akan datang, RSUD Kepulauan Meranti telah mendapat kelas B pendidikan. Hal ini seiring dengan didirikannya Universitas Kepulauan Meranti oleh Yayasan Meranti Bangkit, karena salah satu Fakultas pada Universitas tersebut adalah Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, yang digagas oleh Prof Dr Yohannas Oemar,” sebut Misri.
Ditambahkannya, program pengadaan dokter spesialis secara permanen, dilakukan dengan cara pemberian beasiswa kepada dokter umum yang berprestasi untuk mengambil program spesialis, dimana dapat dibiayai melalui APBD Kabupaten Kepulauan Meranti dan APBN di Kemenkes RI.
(defriyanto)

