Setelah Lima Tahun Masyarakat Desa Maredan Kembali Tuntut Pengaspalan Jl H Abdullah
Perawang, MR
Masyarakat desa Maredan Barat, Kecamatan Tualang kembali menyuarakan pengaspalan jalan H Abdullah. Setelah memblokir jalan satu hari sebelumnya,masyarakat bertatap muka dengan manajemen PT Arara Abadi (AA) di gedung pertemuan Kantor Kecamatan Tualang,Selasa (14/06).
Pertemuan yang difasilitasi langsung Camat Tualang Romi Lemana AP itu, hadir puluhan perwakilan warga desa Maredan. Pihak manajemen PT AA diwakili Stefanus,Agus,Musherizal Yatim,Tarmizi Herwamsyah. Tampak juga Kapolsek Tualang AKP Azwar,Danramil Perawang Kapten E Sihotang.
Kades Maredan Sunani kepada wartawan mengungkapkan rasa prihatin dengan kondisi Jalan Haji Abdullah yang rusak parah. Akibatnya, pada musim kemarau jalan berdebu dan menyebar kepemukiman penduduk. Masyarakat setempat merasa teraniaya dengan kondisi tersebut.
“Masyarakat desa Mardan sudah bosan dengan janji perusahaan.Pada tahun 2007 telah dicapai kesepakatan perbaikan jalan dengan sistem sharing perushaan yang menggunakan jalan. Saat itu, formulanya 70 persen PT AA dan 30 persen perushaan lain, Namun belum ada realisasi” ungkapnya.
Bahkan katanya, PT AA melimpahkan persoalan ke tingkat Pemkab Siak. “Hal ini tentu membuat posisi masyarakat semakin sulit seolah olah warga berbenturan dengan Pemda, padahal selama ini tuntutan kita perusahaan yang mengaspal jalan,” tutur Sunani.
Warga lain Syarizal megutarakan warga sangat teraniaya dengan kondisi jalan tersebut. Sebab aktifitas mobil operasional perusahaan menimbulkan debu tebal, menebar ke rumah penduduk,bahkan untuk membuka pintu saja warga takut.
Untuk itu, dia meminta kepada PT AA sebelum pengaspalan jalan terlaksana, memaksimalkan penyiraman setiap hari. Sementara, menanggapi tuntutan masyarakat pada pertemuan tersebut,perwakilan PT AA Agus mengaku juga bingung dan malu, karena persoalan sudah sejak 2007 namun belum tuntas. Padahal katanya, saat itu perusahaan telah berkomitmen mengucurkan anggaran sebesar Rp 2 Milliar.
“Sejak tahun 2007 kami komit, namun surat kita ke Pemda menyangkut penyelesaan masalah belum ada tanggapan. Soal pengaspalan juga juga perlu melibatkan perusahaan lain jangan PT AA saja,” sebutnya. Stefanus juga perwakilan PT AA menambahkan menambahkan guna mengurangi debu jalan, pihaknya akan meniningkatkan penyiraman sebelum pengaspalan jalan terrealisasi.
“Kita komit merawat dan meyiram. memaksimalkan peyiraman. Tenaga pengawas selalu stand bay dilapanga,jika ada lupa kita harap ada komunikasi antara warga dan perusahaan,” katanya. Bahkan pihaknya menwarkan kepada warga setempat menjadi mitra PT AA untuk melakukan penyiraman jalan. Namun penawaran itu ditolak warga dengan alas an tak menguntungkan. Warga tetap meminta PT AA tetap menyiram jalan tetapi dimaksimalkan.
Camat Tualang Romi Lesmana AP sebagai penegah dalam pertemuan tersebut, berharap agar persoalan jalan Haji Abdullah selesai, karena hal ini sudah berlarut-larut tanpa penyelsaian yang pasti. “ Diharapkan ide, gagasan yang dicapai pada pertemuan kali ini disempurnakan ditingkan Kabupaten sehingga dihasikan solusi bijak mengatasi persoalan tersebut,” katanya.
Hasil rapat yang digelar hari itu, lanjut Camat Romi akan disampaikan Pemkab Siak. “ Saya akan bawakan hasil rapat kepada Bupati Siak Syamsuar dan Alfedri setelah pelantikan,” ujarnya. Selain itu Camat Romi meminta 10 orang perwakilan masyarakat untuk bertemu dengan Pemda Siak membicarakan persoalan Jalan H Abddullah.
Ada dua opsi yang ditawarkan. Pertama dikerjakan perusahaan terkait sesuai kemampuan,kedua dikerjakan bersama-sama dengan Pemda Siak dengam system sharing buget. Sedangkan menyangkut kualitas jalan, masih perlu dibicarakan lebih lanjut, melibatkan tim teknis pemeritah dan perusahaan, karena menyangkut tonase kenderaan yang melintas.
Selain PT AA, sejumlah perusahaan lain juga diminta bertanggung jawab mengaspal Jalan sepanjang 5,5 km tersebut. Diantaranya, PT Bina Multi Perkasa (Batubara), PT Bandar Teguh Abadi, PT Kharisma Riau Sejati, PT AIPE dan PT Palma. (MR15)
Bagikan
Masyarakat desa Maredan Barat, Kecamatan Tualang kembali menyuarakan pengaspalan jalan H Abdullah. Setelah memblokir jalan satu hari sebelumnya,masyarakat bertatap muka dengan manajemen PT Arara Abadi (AA) di gedung pertemuan Kantor Kecamatan Tualang,Selasa (14/06).
Pertemuan yang difasilitasi langsung Camat Tualang Romi Lemana AP itu, hadir puluhan perwakilan warga desa Maredan. Pihak manajemen PT AA diwakili Stefanus,Agus,Musherizal Yatim,Tarmizi Herwamsyah. Tampak juga Kapolsek Tualang AKP Azwar,Danramil Perawang Kapten E Sihotang.
Kades Maredan Sunani kepada wartawan mengungkapkan rasa prihatin dengan kondisi Jalan Haji Abdullah yang rusak parah. Akibatnya, pada musim kemarau jalan berdebu dan menyebar kepemukiman penduduk. Masyarakat setempat merasa teraniaya dengan kondisi tersebut.
“Masyarakat desa Mardan sudah bosan dengan janji perusahaan.Pada tahun 2007 telah dicapai kesepakatan perbaikan jalan dengan sistem sharing perushaan yang menggunakan jalan. Saat itu, formulanya 70 persen PT AA dan 30 persen perushaan lain, Namun belum ada realisasi” ungkapnya.
Bahkan katanya, PT AA melimpahkan persoalan ke tingkat Pemkab Siak. “Hal ini tentu membuat posisi masyarakat semakin sulit seolah olah warga berbenturan dengan Pemda, padahal selama ini tuntutan kita perusahaan yang mengaspal jalan,” tutur Sunani.
Warga lain Syarizal megutarakan warga sangat teraniaya dengan kondisi jalan tersebut. Sebab aktifitas mobil operasional perusahaan menimbulkan debu tebal, menebar ke rumah penduduk,bahkan untuk membuka pintu saja warga takut.
Untuk itu, dia meminta kepada PT AA sebelum pengaspalan jalan terlaksana, memaksimalkan penyiraman setiap hari. Sementara, menanggapi tuntutan masyarakat pada pertemuan tersebut,perwakilan PT AA Agus mengaku juga bingung dan malu, karena persoalan sudah sejak 2007 namun belum tuntas. Padahal katanya, saat itu perusahaan telah berkomitmen mengucurkan anggaran sebesar Rp 2 Milliar.
“Sejak tahun 2007 kami komit, namun surat kita ke Pemda menyangkut penyelesaan masalah belum ada tanggapan. Soal pengaspalan juga juga perlu melibatkan perusahaan lain jangan PT AA saja,” sebutnya. Stefanus juga perwakilan PT AA menambahkan menambahkan guna mengurangi debu jalan, pihaknya akan meniningkatkan penyiraman sebelum pengaspalan jalan terrealisasi.
“Kita komit merawat dan meyiram. memaksimalkan peyiraman. Tenaga pengawas selalu stand bay dilapanga,jika ada lupa kita harap ada komunikasi antara warga dan perusahaan,” katanya. Bahkan pihaknya menwarkan kepada warga setempat menjadi mitra PT AA untuk melakukan penyiraman jalan. Namun penawaran itu ditolak warga dengan alas an tak menguntungkan. Warga tetap meminta PT AA tetap menyiram jalan tetapi dimaksimalkan.
Camat Tualang Romi Lesmana AP sebagai penegah dalam pertemuan tersebut, berharap agar persoalan jalan Haji Abdullah selesai, karena hal ini sudah berlarut-larut tanpa penyelsaian yang pasti. “ Diharapkan ide, gagasan yang dicapai pada pertemuan kali ini disempurnakan ditingkan Kabupaten sehingga dihasikan solusi bijak mengatasi persoalan tersebut,” katanya.
Hasil rapat yang digelar hari itu, lanjut Camat Romi akan disampaikan Pemkab Siak. “ Saya akan bawakan hasil rapat kepada Bupati Siak Syamsuar dan Alfedri setelah pelantikan,” ujarnya. Selain itu Camat Romi meminta 10 orang perwakilan masyarakat untuk bertemu dengan Pemda Siak membicarakan persoalan Jalan H Abddullah.
Ada dua opsi yang ditawarkan. Pertama dikerjakan perusahaan terkait sesuai kemampuan,kedua dikerjakan bersama-sama dengan Pemda Siak dengam system sharing buget. Sedangkan menyangkut kualitas jalan, masih perlu dibicarakan lebih lanjut, melibatkan tim teknis pemeritah dan perusahaan, karena menyangkut tonase kenderaan yang melintas.
Selain PT AA, sejumlah perusahaan lain juga diminta bertanggung jawab mengaspal Jalan sepanjang 5,5 km tersebut. Diantaranya, PT Bina Multi Perkasa (Batubara), PT Bandar Teguh Abadi, PT Kharisma Riau Sejati, PT AIPE dan PT Palma. (MR15)

