Sinaboi Rawan Kasus Malaria
BAGANSIAPI-API,MR
Kecamatan Sinaboi memiliki dua desa siaga yang bertujuannya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kedua desa siaga di Kecamatan Sinaboi tersebut masing-masing Kepenghuluan Seibakau dan Kepenghuluan Sinaboi. Ditetapkan kedua desa siaga ini, tidak terlepas dari kondisi daerahnya yang rawan tertular penyakit malaria.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Camat Sinaboi Basri yang dihubungi Riau Pos,beberapa waktu yang lalu di Bagansiapi-api. Perlu untuk diketahui, kasus malaria di Kecamatan Sinaboi ini sempat mencuat ke permukaan. Lantaran tingginya kasus malaria itu, menjadikan wilayah Kecamatan Sinaboi ditetapkan sebagai daerah kejadian luar biasa (KLB) beberapa tahun lalu,ujarnya.
Karenanya, tambah Basri, kedua daerah tersebut dijadikan desa siaga di Kecamatan Sinaboi. Tujuannya, untuk mencegah dan mengantisipasi munculnya penyakit malaria.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Puskesmas Sinaboi, kasus malaria di daerah kita boleh dikatakan tidak ada. Kendati demikian, kita tetap mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kebersihan di lingkungannya masing-masing, kata Basri.
Menjawab Riau Pos Basri menjelaskan, Kecamatan Sinaboi termasuk daerah pesisir pantai yang sangat rentan terserang malaria. Sebab, pasang surut air laut yang bercampur dengan air di daratan menjadi media tempat munculnya nyamuk yang dapat menimbulkan penyakit malaria.
Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, lanjut Basri, koordinasi dan kerja sama dengan pihak kesehatan khususnya Puskesmas Sinaboi terus dilakukan. Melalui koordinasi tersebut sampai sekarang Kecamatan Sinaboi belum ditemukan adanya gejala penyakit malaria.
Sampai sekarang, kondisinya boleh dikatakan aman-aman saja. Dengan adanya desa siaga ini, maka kesiagaan masyarakat terhadap penyakit itu semakin tinggi, kata Basri.(Riaupos.com)
Bagikan
Kecamatan Sinaboi memiliki dua desa siaga yang bertujuannya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kedua desa siaga di Kecamatan Sinaboi tersebut masing-masing Kepenghuluan Seibakau dan Kepenghuluan Sinaboi. Ditetapkan kedua desa siaga ini, tidak terlepas dari kondisi daerahnya yang rawan tertular penyakit malaria.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Camat Sinaboi Basri yang dihubungi Riau Pos,beberapa waktu yang lalu di Bagansiapi-api. Perlu untuk diketahui, kasus malaria di Kecamatan Sinaboi ini sempat mencuat ke permukaan. Lantaran tingginya kasus malaria itu, menjadikan wilayah Kecamatan Sinaboi ditetapkan sebagai daerah kejadian luar biasa (KLB) beberapa tahun lalu,ujarnya.
Karenanya, tambah Basri, kedua daerah tersebut dijadikan desa siaga di Kecamatan Sinaboi. Tujuannya, untuk mencegah dan mengantisipasi munculnya penyakit malaria.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Puskesmas Sinaboi, kasus malaria di daerah kita boleh dikatakan tidak ada. Kendati demikian, kita tetap mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kebersihan di lingkungannya masing-masing, kata Basri.
Menjawab Riau Pos Basri menjelaskan, Kecamatan Sinaboi termasuk daerah pesisir pantai yang sangat rentan terserang malaria. Sebab, pasang surut air laut yang bercampur dengan air di daratan menjadi media tempat munculnya nyamuk yang dapat menimbulkan penyakit malaria.
Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, lanjut Basri, koordinasi dan kerja sama dengan pihak kesehatan khususnya Puskesmas Sinaboi terus dilakukan. Melalui koordinasi tersebut sampai sekarang Kecamatan Sinaboi belum ditemukan adanya gejala penyakit malaria.
Sampai sekarang, kondisinya boleh dikatakan aman-aman saja. Dengan adanya desa siaga ini, maka kesiagaan masyarakat terhadap penyakit itu semakin tinggi, kata Basri.(Riaupos.com)

