Triwulan I 2011, Singapura Investor Terbesar di Riau
PEKANBARU,MR
Negara Singapura tercatat sebagai negara yang paling besar menanamkan modal di Provinsi Riau, yakni menembus 9,5 juta dolar AS pada triwulan I 2011. Realisasi investasi di Riau pada triwulan I 2011 naik pesat, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).
"Penanaman modal asing paling besar di Riau pada triwulan I 2011 berasal dari Singapura," ujar Kasubid Pendataan dan Evaluasi Penanaman Modal Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau, Joko Wardono, kepada wartawan beberapa waku lalu di Pekanbaru.
Kemudian, kata Joko, peringkat dua negara dengan investasi tinggi adalah Inggris dengan nilai 3,7 juta dolar AS. Selanjutnya, diikuti oleh Malaysia dengan nilai 1,5 juta dolar AS. Berdasarkan data yang dikirimkan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi PMA pada triwulan I 2011 di Riau mencapai 15,8 juta dolar AS.
“Terjadi kenaikan hingga 549 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2010 yang hanya 2,4 juta dolar AS,” jelasnya.
Dia menguraikan, industri di sektor pertambangan berada pada peringkat paling tinggi dengan realisasi investasi mencapai 6,1 juta dolar AS. Kemudian diikuti oleh industri minyak makan 3,7 juta dolar AS dan industri kemasan 3,2 juta dolar AS.
“Sementara realisasi PMDN pada triwulan I 2011 tercatat sekitar Rp 60,6 miliar atau naik 800 persen ketimbang priode yang sama tahun lalu yang sekitar Rp 7 miliar,” urainya. (riaubisnis)
Bagikan
Negara Singapura tercatat sebagai negara yang paling besar menanamkan modal di Provinsi Riau, yakni menembus 9,5 juta dolar AS pada triwulan I 2011. Realisasi investasi di Riau pada triwulan I 2011 naik pesat, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).
"Penanaman modal asing paling besar di Riau pada triwulan I 2011 berasal dari Singapura," ujar Kasubid Pendataan dan Evaluasi Penanaman Modal Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau, Joko Wardono, kepada wartawan beberapa waku lalu di Pekanbaru.
Kemudian, kata Joko, peringkat dua negara dengan investasi tinggi adalah Inggris dengan nilai 3,7 juta dolar AS. Selanjutnya, diikuti oleh Malaysia dengan nilai 1,5 juta dolar AS. Berdasarkan data yang dikirimkan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi PMA pada triwulan I 2011 di Riau mencapai 15,8 juta dolar AS.
“Terjadi kenaikan hingga 549 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2010 yang hanya 2,4 juta dolar AS,” jelasnya.
Dia menguraikan, industri di sektor pertambangan berada pada peringkat paling tinggi dengan realisasi investasi mencapai 6,1 juta dolar AS. Kemudian diikuti oleh industri minyak makan 3,7 juta dolar AS dan industri kemasan 3,2 juta dolar AS.
“Sementara realisasi PMDN pada triwulan I 2011 tercatat sekitar Rp 60,6 miliar atau naik 800 persen ketimbang priode yang sama tahun lalu yang sekitar Rp 7 miliar,” urainya. (riaubisnis)

